Ghofirin, M.Pd – Dosen Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

AKUNTANSI merupakan disiplin ilmu yang sangat menarik untuk diikuti perkembangannya. Dari zaman ke zaman akuntansi telah mengalami berbagai perubahan.

Baik dari segi istilah, sistem pencatatan, maupun keterlibatan teknologi informasi di dalamnya.

Berdasarkan istilah, ilmu akuntansi dulu dikenal dengan nama Tata Buku, kemudian berganti Pembukuan, dan terakhir kita kenal dengan nama Akuntansi.

Hadirnya teknologi telah membawa begitu banyak perubahan dalam bidang Akuntansi. Dahulu akuntansi dicatat menggunakan buku dan dipegang oleh satu orang saja,  namun sekarang sudah serba otomatis dengan menggunakan sistem IT.

Sistem akuntansi  telah dirombak untuk memperkecil biaya dan mempercepat waktu pengerjaan.

Biasanya bagi akuntan yang telah lama menggunakan sistem pencatatan manual akan mengalami kebingungan sesaat disaat peralihan teknologi dalam akuntansi.

Seorang akuntan dituntut untuk belajar mentransformasi sistem akuntasi lama ke sistem akuntansi baru.

Ketika akuntan sudah memahami sistem baru maka akan merasakan manfaat efektif dan efisiennya sistem pencatatan modern ini.

Berikut ini adalah alasan kenapa sistem pencatatan akuntansi tradisional mulai ditinggalkan:

Efisiensi

Pada sistem pencatatan akuntansi tradisional, biaya yang dikeluarkan perusahaan cukup besar.

Perlu biaya untuk merektrut Akuntan Manajemen (internal) yang bekerja penuh waktu di perusahaan.

Apabila terjadi human error, perusahaan perlu merektrut seorang auditor untuk menemukan kesalahan pencatatan.

Waktu yang dibutuhkan auditor untuk mengevaluasi akuntansi perusahaan juga cukup lama.

Perusahaan juga harus mengulang sistem pencatatan sehingga membutuhkan ATK dan perlengkapan lainnya.

Artinya, hanya karena salah di satu poin saja, maka perusahaan perlu merubah banyak hal dan menghabiskan biaya, tenaga serta waktu untuk penyelesaian.

Minim Pengawasan

Sistem akuntansi tradisional sangat bergantung pada seseorang. Jika seseorang tersebut melakukan tindak kecurangan seperti korupsi, maka akan sangat merugikan perusahaan.

Hal ini terjadi karena minimnya pengawasan secara manual.

Sehingga pasti dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui tindakan penyelewengan yang dilakukan oleh akuntan dan semakin  besar pula kerugian yang ditanggung perusahaan.

Pengawasan secara cepat dan tepat sangat diperlukan untuk menghindari akuntan yang menyalahgunakan asset yang dimilik oleh perusahaan.

Rawan Keamanan Data

Salah satu kelemahan sistem akuntansi tradisional adalah besar kemungkinan data rusak atau hilang.

Hal ini bisa saja terjadi karena usia kertas yang terbatas, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, kecelakaan kerja seperti kebakaran dan lain-lain.

Data yang tersimpan secara tradisional juga sulit dicari ketika dibuthkan, karena bercampur menjadi satu dengan arsip data lainnya.

Minim Akses

Monitoring aktivitas keuangan pada sistem pencatatan akuntansi tradisional tidak dapat dilakukan secara cepat (realtime) dan tepat.

Perusahaan dapat mengevaluasi kinerja keuangan setelah akuntan membuat laporan keuangan secara berkala.

Dan tentunya hal ini seringkali sudah tidak up to date. Hal ini membuat keuangan perusahaan kurang transparan.

Pimpinan perusahaan akan mengalami kesulitan untuk mengakses kinerja keuangan jika sedang berada di luar kantor.

Oleh karenanya banyak yang beralih ke sistem akuntansi modern yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun diinginkan.

KEUNGGULAN SISTEM AKUNTANSI MODERN

Sistem akuntansi modern lebih efektif dan efisien dibandingkan pendahulunya.

Sistem akuntansi modern berdampak positif karena biaya pengerjaannya lebih murah dan prosesnya lebih cepat.

Saat ini banyak software akuntansi yang diperjual belikan dipasaran. Software akuntansi ada yang berbasis online dan ada pula yang hanya berbasis desktop/komputer.

Dengan adanya software akuntansi, membuat banyak orang bisa mengakses informasi akuntansi secara langsung sesuai kebutuhan.

Pengerjaan invoice, nota retur bahkan stok bisa dilakukan bersamaan hanya bermodal software akuntansi.

Apabila terjadi kesalahan pencatatan, maka tidak perlu repot untuk mengganti seluruh laporan.

Karena cukup mengganti pada pos kesalahannya saja maka laporan yang lain akan otomatis terganti dengan sendirinya.

Menggunakan sistem pencatatan secara modern akan lebih transparan dan tidak khawatir akan resiko kehilangan data.

Terdapat backup otomatis yang bisa diandalkan saat terjadi hal yang tidak diinginkan.

Untuk memudahkan dalam pengelolaan keuangan bisnis perusahaan, maka akan lebih baik jika menggunakan sistem keuangan (software) yang terintegrasi.

Beberapa fitur software terintegrasi yang ada adalah manajemen stok, pembelian, penjualan, pengelolaan SDM, manufaktur, reparasi hingga sistem akuntansi.

Tidak hanya itu, Software ERP juga menampilkan laporan secara terperinci dan terintegrasi dengan bagian akuntansi.

Software yang terintegrasi mampu meng-cover setiap kebutuhan usaha pada umumnya dengan lebih optimal. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry