Anak Yogi Setiady dan kedua orangtuanya. FT/ERAMUSLIM)

KETAPANG | duta.co – Namanya Yogi Setiady, usianya baru 8 tahun, kelas II SDN 18 Sukabangun. Alamatnya Kecamatan Delta Pawan Ketapang. Ia memilih menjadi mualaf, masuk Islam berbeda dengan agama kedua orangtua. Eriyanti (44), ibu Yogi sendiri yang menceritakan kisah Yogi kecil tersebut.

Menurut Eriyanti ketika baru pandai berbicara Yogi memang suka pada hal-hal terkait Islam. Misalnya ketika melihat, dia mengaku senang dan selalu menyebut ada alaaba. “Maksudnya itu Allahu Akbar,” tuturnya.

Sedangkan ketika diajak ke tempat ibadahnya Yogi selalu menolak. Pernah ketika dibawa, Yogi menangis dan minta keluar, mau pulang. Kemudian ketika dibawa pulang ke kampung halamannya di hulu yang banyak anjing dan babi, Yogi malah tidak suka. Di samping takut ia tak mau tersentuh anjing atau babi.

Bahkan ketika mereka makan daging babi, Yogi sejak kecil tidak pernah mau makan. Namun ketika ada tetangganya (Islam) di Ketapang ada acara seperti selamatan, dia mau. Maka Yogi justru selalu mengajaknya untuk pergi ke acara-acara seperti itu0.

“Katanya ayo ma kita pergi ke tempat orang amin-amin. Saya tanya di mana, katanya itu menunjukkan tempatnya, ternyata tempat orang Muslim selamatan gitu,” kenangnya.

Kemudian ketika awal Yogi masuk sekolah meminta izin kepadanya untuk ikut teman-temannya mengaji dan solat.Lantaran merasa berbeda keyakinan, orangtua awalnya melarang.“Saya bilang tak boleh, kita kan beda, tak sama, saya bilang gitu,” ungkapnya.

“Tapi dia bilang mau ikut Islam saja. Di rumah ini kan ada handuk, sering dibuatnya alas untuk sajadah, dia belajar sembahyang sendiri. Bahkan dia selalu mengajak teman-temannya seperti salat di rumah ini dan dia imamnya,” tuturnya heran.

Menurutnya kejadian itu pernah juga direkam abang Yogi. Kemudian ketika masih kelas satu SD Yogi juga selalu menghilang dari rumahnya, sore menjelang Magrib dan siang Jumat. “Pas Jumat tak sengaja melihat seperti Yogi pakai kopiah dan baju koko,” jelasnya.

“Ternyata benar dan ketika pulang saya tanya dari mana, katanya dari masjid. Rupanya dia minjam baju kawannya untuk Salat Jumat. Saya bilang, apa benar Yogi nanti kamu masuk Islam, dijawabnya dia memang mau masuk Islam,” lanjutnya.

“Rupanya tiap sore hilang dia melihat cara orang Salat di surau dekat sini. Kalau pukul 15.00 wib dia selalu pergi ke tempat-tempat pendidikan agama Islam. Di sekolah pun tak mau belajar agama kami, dia hanya mau belajar pas pelajaran agama Islam,” tambahnya.

Kemudian pernah juga tetangganya mengatakan kalau Yogi menghilang sore, maka, dengar saja di Surau. Jika ada suara orang ngaji dan salawatan, itu adalah Yogi. “Jadi ku intaikan ternyata memang benar dan anak-anak lain pun ramai mengikutinya,” tuturnya.

Ia menambahkan hingga belum lama ini Yogi memaksa minta disunat dan disahkan untuk memeluk agama Islam. “Jadi kita orangtua mengikhlaskannya. Hanya saya berharap setelah anak saya masuk Islam, terus bagaimana?” tegasnya.

“Maka ia harus dibimbing dengan sebenar-benarnya untuk memperlajari agama Islam. Jangan nanti malam dilepas dan dibiarkan begitu saja,” harapnya mendampingi Yogi.

Sementara itu Yogi menegaskan masuk Islam karena memang keinginan sendiri. Bahkan sebelumnya ia sering belajar tentang Islam secara sendiri. Ia menegaskan masuk Islam karena ingin masuk surga nantinya.

Di hadapan awak media ketika ia diminta melantunkan ayat Alquran dan doa dalam Islam. Ia pun langsung melakukannya tanpa teks. Ternyata ia sudah cukup banyak hafal ayat Alquran dan doa dalam Islam. Sebelumnya, diberitakan Yogi Setiady (8) menjadi perbincangan masyarakat di Ketapang.

Lantaran ia dikabarkan pindah keyakinan dari non Muslim menjadi Muslim atau menjadi mualaf. Ia resmi masuk Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Delta Pawan, Kamis (5/10/2017). Bahkan dikabarkan bocah Kelas II SDN 18 Sukabangun, Ketapang ini ketika ke KUA Delta Pawan tersebut diantar langsung ibunya Eriyanti (44) yang merupakan non Muslim.

Saat dikonfirmasi wartawan, sang ibu Eriyanti membenarkan kabar yang beredar tersebut. “Iya saya memang mengantar dan menyaksikan langsung anak saya Yogi di KUA Delta Pawan itu untuk disahkan memeluk Agama Islam,” katanya kepada wartawan di rumahnya, Jumat (6/10/2017).(em,kl/trbktp)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan