CICIT & CUCU PENDIRI NU: Yenny Wahid (kiri) dan Ulfah Mashfufah. (FT/MNUOnline)

JAKARTA | duta.co – Kepengurusan Pimpinan Muslimat (PP) Muslimat NU masa khidmat 2016-2021 telah tuntas. Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), drg Hj Ulfah Mashfufah M.Kes mendapat amanah sebagai sekretaris umum (Sekum).

“Penyusunan ini berdasarkan hasil keputusan Kongres XVII Muslimat NU yang menetapkan bahwa susunan pengurus Pimpinan Pusat Muslimat NU periode 2016–2021 diselesaikan paling lambat satu bulan setelah Kongres,” demikian bunyi surat yang ditandatangani Hj Khofifah Indar Parawansa (Ketum) dan drg Hj Ulfah Mashfufah M.Kes (Sekum), Selasa (27/12/2016).

Ning Ulfah — sapaan akrabnya — adalah putri Ny Hj Machfudhoh Aly Ubaid, salah satu putri Mbah Wahab. Di periode sebelumnya dia menjabat ketua Bidang Kesehatan dan Kependudukan.

Posisi baru Ulfah ini berdasarkan Surat Nomor 001/C/PPM-NU/XII/2016 tertanggal 26 Desember 2016 perihal pemberitahuan susunan pengurus PP Muslimat NU periode 2016-2021 yang ditujukan kepada Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU dan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU se-Indonesia.

Surat ini sifatnya memberitahuan kelengkapan susunan pengurus, karena sebelumnya Ulfa sudah dipilih tim formatur sebagai Sekum bersama delapan ketua dan bendahara umum (Bendum).

Setelah ditetapkan tim formatur, mereka bersama Ketum terpilih, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi bertugas melengkapi susunan pengurus termasuk bidang-bidang paling lambat satu bulan setelah Kongres.

Dalam surat yang ditujukan ke PW dan PC se-Indonesia, disebutkan pengurus hasil tim formatur yang terdiri dari Ketum, para ketua (delapan orang), Sekum dan Bendum telah melaksanakan rapat penyusunan Pimpinan Pusat Muslimat NU periode 2016-2021 pada 25 Desember 2016 bertempat Jl Widya Chandra IV No 18 Jakarta Selatan.

Selain Ulfa, ‘darah’ pendiri NU lainnya yang masuk pengurus yakni Zanuba Arifah Hafsoh alias Yenny Wahid, putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang merupakan cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Sebelumnya Yenny menjabat sekretaris V.

Selebihnya, selain posisi Sekum dan Bendum, terdapat sejumlah wajah baru di jajaran ketua. Ariza Agustina yang di periode lalu Sekretaris IV menempati posisi Ketua VIII.

Lalu Erna Yulia Soefihara dari Bendum menjadi ketua VII. Sedangkan Andi Nur Hiyari dari Bendahara II di periode ini diberi amanah menjabat Bendum. (nur/mnu)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan