PENGASUH : Kepala Cabang YDSF Sidoarjo Widodo Agus Satmoko didampingi pengasuh dan tuan rumah Kebun Krecek Gus Yusuf tinjau peternakan sapi perah dan program satu yatim satu ekor kambing. (duta.co/loehfi)

SIDOARJO | duta.co -Meningkatkan dan menjaga kepercayaan amanah donator, Yayasan Dana Sosiial Al Falah (YDSF)Kantor cabang YDSF Sidoarjo mengunjungi  Kebun Krecek Nongko Jajar  Kabupaten  Pasuruan.

Dipimpin Kepala Cabang YDSF Sidoarjo Widodo Agus Satmoko bersama staf dan donatur tetap YDSF mengunjungi  tempat dana donatur disalurkan, salah satunya di peternakan sapi perah  yang diasuh oleh Gus Yusuf.

Widodo Agus Satmoko Kepala Cabang YDSF Sidoarjo mengatakan kunjungan ke Nongko Jajar ini karena beberapa hal  kita kan mau kerjasama dengan lembaga-lembaga sejenis yang ada disini. Harapan kita bisa memberdayakan masyarakat sekaligus mengembangkan dakwah di Pasuruan.

“Di ini kita bisa kerjasama seperti  pengelolaan air mineral kemasan “ARBAH”. Banyak sektor lain yang bisa dikembangkan dan dikerjasamakan di Nongkojajar khususnya di kebun Krecek potensinya bagus,” jelasnya.

Widodo menambahkan hasil kerjasama yang sudah dilakukan perkembangan bagus. Sehingga YDSF ingin kerjasama jangka panjang. Diantaranya program kambing untuk anak yatim.

“Dananya diambilkan dari para donatur , satu juta untuk satu ekor kambing. Dari pembesaran kambing ini untuk membiayai pendidikan anak yatim. Dan bila respon masyarakat bagus banyak danatur yang tertarik untuk program ini,”terang Widodo.

Tidak hanya itu,Widodo menambahkan  dari situ berkembang lagi program untuk air bersih juga bisa, responnya dan peluang ini dapat menaikkan juga menciptakan orang untuk menabung dengan program akhirat.

Sementara Gus Yusuf pengasuh dan tuan rumah Kebun Krecek Desa Kayukebek dusun Taman kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan mengatakan kegiatan disini bersifat keagamaan, sosial kemasyarakatan dan entrepreneur(kewiraswastaan) atau ekonomi yang berbasis sosial.

“Kalau keagamaan kita mengadakan dua kegiatan bersama atau dzikir bersama setiap hari Minggu malam Senin yang dimulai habis maghrib sampai jam 8 atau jam 9. Kemudian hari Kamis malam Jumat legi di mulai pukul 00.00(12.00)sampai jam setengah dua,” ujar Gus Yusuf .

Kemudian ada kegiatan pengajian remaja hari Kamis seminggu sekali.Kegiatan yatim cempaka masuk ke sosial keagamaan itu setiap bulan sekali yang diikuti oleh 90 anak yatim,pembacaan sholawat ishari setiap Rabu wage jadi satu bulan sekali sekitaran 500 -600 dari semua golongan.

“Dari situ kemudian kita melakukan kerjasama program santunan anak yatim tidak harus dengan nominal atau sembako karena kurang efektif dan tidak tepat sasaran. Oleh karena itu kami berusaha menggunakan sistem satu anak yatim satu kambing. Harapannya santunan itu tepat sasaran produktif dan berkelanjutan.  Disini sudah ada 14 ekor sapi perah dan 105 ekor kambing ,” urai Gus Yusuf.

Salah satu donatur Hj.DS (54) pensiunan guru di SMPN 2 Sidoarjo mengatakan selain sembako untuk bunda yatim dan pembangunan Masjid  bisa dirupakan bentuk lain.

“Harapannya YDSF lebih bisa meluaskan jangkauannya,” pinta perempuan warga  Magersari yang sekarang tinggal di Pasuruan tersebut.

H. Haryanto pengurus menambahkan “Jamaah kebun Krecek” ribuan Jamaah yang hadir tiap acara rutin malam Senin legi setelah magrib,Jumat legi mulai jam 12 malam,ini untuk masyarakat umum. Untuk anak muda tadarus Al Quran dan santunan duafa, bunda Yatim.

“Guna meningkatkan SDM pernah didatangi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Seperti UNME Pasuruan, STKIP Pasuruan, ,Unisma Malang,” jelas H. Hariyanto  yang juga Direktur air kemasan Arbah (Air Barokah)Kebun Krecek. (loe)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.