

Upacara diikuti seluruh jenjang, mulai Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Para guru, pengurus Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya turut hadir dalam upacara di halaman sekolah ini.
Yang berbeda, pembina upacara adalah anggota dari Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Bubutan, Surabaya, Aipda Andik. Dalam sambutannya, Andik menekankan kedisiplinan kepada para siswa dan siswi Ta’miriyah.
“Menyampaikan pesan Bapak Kapolsek, kami di sini mengajak kalian semua untuk mengungkapkan syukur. Kenapa? Kalian bisa masuk sekolah ini, bisa belajar di salah satu sekolah terbaik di Kota Surabaya,” kata Andik disambut tepuk tangan.
Andik juga mengajak siswa siswi mulai TK hingga SMA untuk menjaga nama baik sekolah. Pihaknya tak ingin mendengar adanya pelanggaran hukum yang melibatkan siswa siswi.
“Alhamdulillah sejauh ini kami belum mendengar adanya pelanggaran atau sejenisnya yang melibatkan anak anak Ta’miriyah,” tambahnya.
Andik yang sekaligus Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) yang membawahi wilayah Ta’miriyah mengajak siswa dan siswi baru untuk mempertahankan dan meneruskan prestasi sekolah ini.
Kenali Lingkungan Sekolah, Jauhi Kekerasan
Aipda Andik menyebut, MPLS merupakan wadah untuk siswa baru mengenali lingkungan sekolah, mulai guru-guru, kakak kelas hingga organisasi yang ada di dalamnya.
Dia juga meminta pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk mendampingi adik adik kelas dalam rangka mengenali lingkungan baru. Termasuk seluruh kegiatan intra dan ekstra sekolah. “Berilah contoh contoh yang baik untuk adik adik kelas,” pintanya.
Andik mengingatkan, jangan sampai ada bullying, jangan terjadi kekerasan. Sebaliknya, lakukanlah hal hal positif di lingkungan TP Ta’miriyah ini. “Kalian harus pandai bergaul. Pilihkah teman yang baik dan jangan mudah terpengaruh hal negatif,” sarannya.
Pada bagian akhir sambutan, dia mengajak seluruh siswa untuk menjaga nama baik sekolah dan Yayasan. Jangan sampai, katanya, ada siswa berseragam Ta’miriyah nongkrong di luar sekolah, nongkrong di warung kopi di luar jam pelajaran.
“Bukan bermaksud melarang nongkrong, tapi jaga almamatermu dan jangan mengenakan seragam saat nongkrong,” pungkasnya. ril/lis