Jajaran Pengurus Muhamadiyyah usai peletakan batu pertama pengembangan Kampus STITM Duta/Nanang

 KEDIRI | duta.co – Sebagai wujud bahwa ilmu merupakang pasangan dari pelaksanaan ajaran Islam, Pengurus Daerah Muhamadiyyah (PDM) telah membangun Masjid Al Maliki dan peletakan batu pertama kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhamadiyyah (STITM) yang rencananya akan berdiri 4 lantai. Hadir dalam acara, Minggu (9/4/2017), Prof Dr Munir Mulkhan, Majelis Dikti Pengurus Pusat (PP) Muhamadiyyah, Prof Dr Thohir Luth, plt Ketua PDM Kota Kediri, HM Zuhri, Kepala Kemenag Kota Kediri serta sejumlah pengurus lainnya.

Menjadi berkah dari kelompok pengajian rutin At- Ta’awun selama ini menjadi agenda rutin PDM Kota Kediri, mampu mendirikan bangunan masjid yang menelan biaya Rp 850juta lebih. “Dana ini sepenuhnya dari amal umat, agar mampu menghantarkan ke surga,” jelas Ketua Panitia Pembangunan, Mintardjo. Rangkaian dari peresmian, diawali dengan pengajian akbar menghadirkan Prof Munir, dikenal di kalangan Muhamadiyyah sebagai penulis buku.

Bahwa ciri khas warga Muhamadiyyah, menjaga Ukhuwah Islamiyyah sebagai wujud persaudaraan antar sesama muslim, terbangunnya Ta’awun untuk saling menolong hingga dibuktikan terbangunnya masjid kemudian Fastabiqul Khoirat untuk menjadikan kenyamanan dalam mengembangkan perserikatan. “Menjadikan Muhamadiyah kuat, karena memiliki 3 ciri, yaitu Ukhuwah Islamiyyah, Ta’awun dan Fastababiqul Khoirat,” jelas Prof Munir

Selain masjid, kini pimpinan daerah juga menggelar peletakan batu pertama untuk mengembangkan kampus STITM yang telah berdiri di Jl. PB Sudirman Kota Kediri. “Harapannya, dengan dikembangkan beragam jurusan akan mewujudkan Universitas Muhamadiyyah di Kota Kediri. Pada bangunan akan dirikan 4 lantai nanti, terdiri jurusan Tarbiyyah, Stikes, Ekonomi Islam dan Psikologi Islam.

“Kami akan mentaat peraturan atas pengembangan sekolah tinggi dan harapannya ke depan mampu berdiri Universitas Muhamadiyyah di sini. Kita berharap mampu menjadi pioner seperti amanah Kyai Dahlan, mendirikan sejumlah sarana di tempat umum demi kemaslahatan umat,” jelas Prof. Thohir Luth, plt PDM Kota Kediri.

Menurut, Guru Besar Fakultas Hukum Universtas Brawijaya (FH UB) Malang ini, sudah saatnya generasi bersatu dan berjuang bersama dalam menyiarkan agama di bidang ilmu pendidikan. “Bagi kami semua kawan, tidak ada lawan. Janganlah masalah yang terjadi besar dijadikan kecil, kemudian hal kecil dibesarkan. Bahwa yang besar itu perjuangannya, yang harus dilakukan, sementara terkait kekuasaan termasuk hal yang kecil,” tegas Prof Thohir Luth. nng

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry