MINIMARKET :  Ketua Yarsis, Prof Mohammad Nuh didampingi Direktur RSI Surabaya Ahmad Yani dr Samsul Arifin (kanan) berbincang dengan karyawan Yarsis Mart. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya Ahmad Yani terus mengembangkan bisnis lain di luar bisnis pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Rumah sakit yang berada di bawah Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) ini akan serius mengembangkan minimarket bernama Yarsismart.

Dua Yarsismart sudah dikelola Koperasi Karyawan (Kopkar) RSI Surabaya Ahmad Yani. Satu berada di rumah sakit dan satu lagi di kawasan Jambangan Surabaya. Yarsismart yang berada di Jambangan merupakan bisnis patungan dengan mitra.

“Karenanya kita mencari mitra, siapapun yang memiliki tempat dan belum difungsikan, bisa join dengan kita untuk membuka Yarsismart ini. Kita kompensasikan tempat yang dimiliki mitra itu dengan saham 25 persen,” ujar Ketua Yarsis, Mohammad Nuh saat pembukaan Yarsismart Jambangan, Jumat (26/7).

Prof Nuh mengatakan, saat ini rumah sakit dan universitas yang berada di bawah Yarsis memang kini diminta untuk mengembangkan bisnis lain di luar bisnis utama yang ada.

Itulah mengapa kini, Yarsis mengembangkan Yarsismart di luar lokasi rumah sakit atau kampus yang dimilikinya.

“Kita harus mencari sumber-sumber lain sehingga pendapatan Yarsis bisa terus tumbuh. Kalau sudah tumbuh, maka semuanya akan kembali ke masyarakat,” tandas Nuh.

Selain itu, pengembangan Yarsismart di luar lingkungan rumah sakit juga sebagai pembuktian, dengan manajemen yang bagus, bisa mengembangkan jaringan jasa ritel yang bagus pula.

“Ini kita bisa kerjasama dengan Transmart. Dan kita akan bekerjasama dengan siapapun. Namanya tidak harus Yarsismart, bisa Sitimart, Alimart dan sebagainya,” tukasnya.

Mengembangkan Yarsismart ini, juga untuk memberikan peluang bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar bisa menjual produknya.

“Yarsismart ini jadi showcase-nya. Nanti kita tidak semata-mata menjual produk dari Transmart tapi juga ada produk usaha kecil,” tukasnya.

Direkrut RSI Surabaya Ahmad Yani, dr Samsul Arifin mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan minimarket ini hingga ke beberapa lokasi. Dia tidak membatasi berapa banyak yang akan dibukanya. “Pokoknya kita serius untuk mengembangkannya,” ungkap dr Samsul.

Ketua Koperasi RSI Surabaya Ahmad Yani, Lailatus Zahro mengatakan hingga saat ini koperasi karyawan RSI Surabaya Ahmad Yani mengelola dana Rp 3 miliar sesuai laporan rapat anggota tahunan (RAT) 2018 lalu.

Dana dari 350 karyawan yang dikembangkan dalam bisnis simpan pinjam dan minimarket. ”Alhamdulillah bisa mencapai angka itu,” tukas Lailatus. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.