FOTO BAWAH (KH Syaifudin Zuhri) tengah.

SURABAYA |duta.co — KH Syaifudin Zuhri, senior GP Ansor Jawa Timur mengaku tersinggung, ketika Negeri Yaman disebut Presiden Prabowo dalam pidatonya terkait ‘Indonesia Gelap’. Prabowo menyebut mungkin saja ada yang mau kabur ke Yaman? Silakan.

“Ini menyakitkan. Apa salahnya negeri Yaman? Apa pernah Yaman menyakiti atau menjajah Indonesia? Justru anak-anak kita sedang belajar di sana,” tegas KH Syaifudin Zuhri kepada duta.co, Kamis (30/4/26).

Seperti diberitakan duta.co, bahwa, jagat media sosial kita memang tengah ramai dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut. Kalimat Prabowo itu disampaikan saat acara groundbreaking proyek hilirisasi, di Kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Kutipannya, kata KH Syaifudin, sangat jelas. Kata Presiden Prebowo: “Terus kita dibikin apa lagi? Indonesia gelap. Matanya buram Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kok kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?” kata Presiden saat itu.

Menurut KH Syaifudin, ini masalah serius. “Bumbu guyonan. Ini pidato pedas. Kalimat yang sangat berbahaya. Saya melihat presiden sudah anti kritik, dan dibalut dengan sentimen merendahkan negara lain. Secara diplomatik sangat tidak elok, dan bermasalah secara etika,” jelas Kiai Syaifudin.

Kalimat tersebut, jelas, sangat menciderai diplomatik. Apalagi Yaman, telah banyak memberikan alumni pendidikan di Indonesia, negeri ini telah banyak membantu intelektualitas anak bangsa Indonesia. “Banyak WNI menjadi santri dan belajar di sana. Masak kita tea menyebut Yaman sebagai tempat pembuangan  bagi mereka yang dianggap bermata buram? Ini penghinaan,” jelasnya.

Seperti kita tahu, saat groundbreaking proyek hilirisasi, Kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4), Presiden Prabowo memang menekankan bahwa perjalanan bangsa Indonesia merupakan proses panjang dan penuh tantangan, yang ia ibaratkan sebagai ‘long march’ atau perjuangan panjang.

“Jadi saudara-saudara hilirisasi ini adalah hal yang bersejarah. Perjalanan satu bangsa yang saya katakan lama, susah, ibarat ‘long march’. Ini ‘long march’ satu bangsa. ‘Long march’ satu bangsa,” kata Prabowo.

“Kita dijajah, kita diadu domba, kita diinfiltrasi, dibikin pemberontakan-pemberontakan. DI/TII, Angkatan Perang Ratu Adil, RMS, PGRS-Paraku, PRRI-Permesta terus gerakan ini gerakan itu,” lanjutnya.

Menurutnya, Indonesia kini sudah mulai hidup secara mandiri. Ia lantas heran masih adanya narasi negatif seperti ‘Indonesia gelap’ dan ‘kabur saja’. Ia mempersilakan jika ada pihak yang ingin kabur. (mky,net)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry