SUKOHARJO | duta.co – Pendiri organisasi kemasyarakatan (Ormas) Tikus Pithi Hanata Baris (TPHB), Prof Dr (HC) Tuntas Subagyo, SM, MM, MH, Ph.D, yakin Indonesia akan memimpin dunia. Peradaban dunia ke depan akan banyak diwarnai oleh budaya Indonesia.

“Saatnya Merah Putih berkibar lebih tinggi, bukan cuma Macan Asia, lebih dari itu adalah mercusuar dan menjadi kiblat dunia,” tegas Tuntas Subagyo kepada duta.co, Selasa (19/8/25).

Sebutan Macan Asia memang menarik perhatian dunia internasional, terutama dengan pertumbuhan ekonomi sangat pesat pada periode 1980-an hingga awal 1990-an.

Tahun ini, jelas Tuntas, adalah titik awal bangkitnya Indonesia. “Saya sangat yakin, tahun ini menjadi titik awal kebangkitan Indonesia di mata dunia,” jelas lelaki yang kini sibuk menghadiri berbagai seminar di luar negeri ini.

Menurut Tuntas, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, serta Hong Kong misalnya, tahun 1960 – karena kemampuan ekonominya – berhasil menarik perhatian dunia internasional dengan pencapaian ekonomi yang luar biasa.

Mereka berhasil mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi melalui industrialisasi yang cepat, adopsi teknologi canggih, dan kebijakan perdagangan yang efektif. Dan semua indikator itu sekarang berada di Indonesia.

“Indonesia dengan penduduk yang besar, wilayah yang luas, terkenal dengan semangat gotong royong, ramah, santun, belakangan ini lebih layak mendapat julukan sebagai ‘New Asian Tiger’ (Macan Asia). Pancasila, menyuguhkan tatanan yang bagus, memanusiakan manusia. Dan itu tidak dimiliki negara asing. Dari Indonesia untuk dunia,” urainya.

Diakui, bahwa, krisis keuangan Asia yang terjadi tahun 1997-1998 yang mengakibatkan kejatuhan nilai mata uang, melemahkan sektor keuangan, dan menyebabkan resesi ekonomi negara-negara, termasuk Indonesia, membuat negeri ini harus merangkak kembali. “Nah, hari ini kita buktikan kepada masyarakat dunia, bahwa, Indonesia bisa berada di papan atas,” tambahnya.

Minggu (17/8/2025) kemarin, Tuntas dengan Ormas TPHB melakukan konsolidasi, menggelar upacara bendera– di Taman Ratu Maulidya, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo. Ribuan warga TPHB larut dalam aksi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, yang dibesut profesor muda dari Universal Institute of Professional Management (UIPM).

Mereka sangat antusias mendengar amanat yang Tuntas Subagyo. Seseorang yang mangaku dari Pacitan, misalnya, berkenan datang untuk mendengar amanat Ketua Umum (Tuntas Subagyo red), terutama terkait masa depan Indonesia.

“Ya! Jaringan TPHB sudah berapa di setiap provinsi. Kita memiliki payung Surya Nuswantara Foundation (SNF). Saatnya kita bergerak ke bawah,” tambah Sigit Prawoso, Sekjend Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) yang menjadi afiliasi politik keluarga besar PTHB.

Menurut Sigit, hari-hari ini arus bawah mulai menggeliat. Mereka bisa saja jenuh dengan ketidakpastian. Mereka ingin bangkit bersama orang-orang amanah. “Diam-diam PKR menjadi jujugan para artis. Amanah ini harus dikawal ketat, jangan sampai menambah beban kekecewaan mereka. Keluarga besar PTHB akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Tunggu saja,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry