(ki-ka) Group Head XL Axiata East Region, Bambang Parikesit bersama Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur, Drs. Amin Mahfud,M.Pd.I menyerahkan Home Router dan Paket Internet selama 12 bulan kepada perwakilan Madrasah Aliyah di Sidoarjo, Selasa  (3/12).  DUTA/endang

SIDOARJO | duta.co – Kementerian Agama (Kemenag) RI terus melakukan inovasi bagi madrasah di era digital ini. Digitalisasi madrasah salah satu yang diinisasi Kemenag melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah.

Untuk mewujudkan program itu, Kemenag tidak berjalan sendiri. Ada banyak pihak yang membantu terutama yang berkecimpung di bidang teknologi informasi. Salah satunya PT XL Axiata Tbk (XL).

Program ini sudah diperkenalkan sejak Juli 2019 lalu dan terus dikembangkan ke berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya di Jawa Timur. Ada 196 Madrasah Aliyah (MA) yang berada di 38 kota/kabupaten mengikuti program ini.

MA tersebut dibantu satu unit home router dan juga kuota internet selama setahun  penuh dengan jumlah 23 GB per bulan.

Foto bersama usai menyerahan donasi kepada 196 madrasah aliyah di Jawa Timur, Selasa (3/12). DUTA/endang

Secara simbolis home router diserahkan oleh   Group Head East Region XL Axiata, Bambang Parikesit dan Plt Kepala Kemenag Jatim Drs. Amin Mahfud kepada para perwakilan kepala MA yang hadir. Penyerahan dilakukan di Kantor Kemenag Jatim di Sidoarjo, Selasa (3/13).

Group Head East Region XL Axiata, Bambang Parikesit mengatakan internet cepat telah menjadi kebutuhan dasar di setiap lembaga pendidikan di Indonesia.

Termasuk di Madrasah Aliyah yang pengelolaanya di bawah Kementerian Agama dengan kurikulum yang lebih menekankan pada pendidikan berbasis agama Islam.

“Kami sangat mengapresiasi pihak Kemenag yang memiliki visi sangat maju dalam membawa Madrasah memasuki era serba digital melalui program Madrasah 4.0. Karena ini pula kami juga sangat antusias untuk mendukung program tersebut melalui Gerakan Donasi Kuota yang akan semakin mempermudah Madrasah-madrasah mendapatkan akses ke layanan data berkecepatan tinggi,” jelasnya usai penyerahan.

Bambang menambahkan, secara bertahap XL Axiata akan menyalurkan donasi kuota data kepada total tidak kurang dari 579 Madrasah Aliyah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga akhir 2019.

Pemilihan Madrasah penerima donasi dilakukan oleh Kemenag dengan disesuaikan pada jangkauan jaringan layanan data milik XL Axiata.

Karena itu, perluasan penyaluran donasi akan selalu disesuaikan dengan perluasan jaringan data 3G dan 4G yang terus dilaksanakan XL Axiata yang semakin menjangkau area-area pelosok daerah, termasuk area yang berkategori terpencil dan terluar.

“Di wilayah Jawa Timur, jaringan 4G XL Axiata sudah masuk secara merata di seluruh kota/kabupaten sehingga akan sangat membantu Madrasah yang ingin menerapkan digitalisasi,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor WiWilayaKemenag Jatim  Drs. Amin Mahfud mengatakan, program ini sejalan dengan visi Kemenag untuk mewujudkan Madrasah Goes to Digital.

Kemenag berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh melalui beragam program yang dikemas untuk menumbuhkan semangat digitalisasi di tengah para pelajar. Termasuk di dalamnya penyaluran perangkat internet berkecepatan tinggi kepada Madrasah Aliyah.

Kami berharap ke depannya, program ini bisa menjangkau seluruh Madrasah Aliyah yang tersebar di Jawa Timur,” tandasnya.

Kepala Seksi Sarana Prasarana Kemenag Jatim, Rahmawaty mengatakan pihaknya komitmen untuk mengembangkan madrasah.

Bahkan Kemenag Jatim memiliki program ayo membangun madrasah. Di mana ada empat gerakan yang wajib dimiliki yakni gerakan literasi termasuk digitalisasi, gerakan akhlak, gerakan madrasah sehat dan madrasah inovasi.

“Empat ini diterapkan maka hasilnya tiga gerakan berikutnya yakni peningkatan kompetensi kepla madrasah, guru dan pengawas,” tuturnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry