SURABAYA | duta.co – Serangan Israel terhadap Palestina terus berlanjut hingga kini. Sampai hari ke12 perang (18/10/2023), Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan 3.478 korban jiwa dan 12.500 korban lainnya mengalami luka- luka.

Situasi ini diperparah dengan kelangkaan makanan, air dan listrik akibat pemutusan pasokan oleh Israel.

Israel masih menyerang Palestina dengan membabi buta. Pertahanan Sipil Palestina menyampaikan serangan terhadap Rumah Sakit Al- Ahli pada Selasa (17/10/2023) adalah serangan udara Israel yang paling mematikan dalam lima perang yang berlangsung di jalur Gaza sejak 2008. Serangan tersebut mengakibatkan 500 pasien dan pengungsi gugur.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk bergerak memberikan bantuan kemanusiaan bagi saudara kita di Palestina.

Sebagai lembaga filantropi, LMI mengadakan aksi kemanusiaan berupa pengalanggan dana untuk membantu  penduduk di Palestina yang saat ini sedang menghadapi serangan militer Israel.

“LMI menegaskan bahwa serangan Israel terhadap umat Islam di Palestina adalah tindakan kejahatan yang melanggar HAM. Maka dari itu, sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sesama umat Islam, LMI mengalang dana untuk saudara- saudara kita di Palestina,” ungkap Agung Wicaksono selaku Direktur Utama LMI dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/10/2023).

Aksi kemanusian ini bertujuan untuk membantu saudara- saudara kita di Palestina. LMI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama- sama mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dengan bantuan berupa doa dan donasi melalui lembaga yang terpercaya.

“LMI membuka kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menggalang dana untuk Palestina yang dana tersebut akan langsung diserahkan kepada saudara- saudara yang ada di Palestina. Mari membersamai perjuangan Palestina, salah satu dengan salurkan dukungan terbaik melalui galang donasi ini,” tutup Awie.

Sebagai informasi, bagi yang ingin berdonasi dapat melakukan transaksi melalui LMI dengan nomor rekening 100-476-7809 (BSI) dan 5200-2424-00 atas nama Yayasan Lembaga Manajemen Infaq. ril/end

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry