PELATIHAN : Nur Efendi/CEO Rumah Zakat-kiri, Dra. Erlin Chaerlinatun , Kepala Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta-tengah, Murni Alit Baginda/CPO Rumah Zakat-kanan) (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co – Rumah Zakat sebagai salah satu lembaga filantropi mengoptimalisasi pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah melalui program pemberdayaan masyarakat yaitu program Desa Berdaya.

Program Desa Berdaya merupakan program pemberdayaan dalam cakupan wilayah desa, melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup program capacity building (pembinaan masyarakat), ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kesiap-siagaan bencana.

Targetnya, desa dapat mengembangkan kelembagaan lokal yang berdaya untuk mengatasi permasalahannya sendiri serta dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa sehingga menjadi mandiri.

“Salah satu yang menjadi indikator keberdayaan atau kemandirian desa ini adalah dalam bidang ekonomi. Karenanya, kami membangun BUMMAS (badan usaha milik masyarakat) di desa berdaya yang kami bina,” ungkap Nur Efendi, CEO Rumah Zakat dalam rilisnya.

BUMMAS merupakan badan usaha milik masyarakat sebagai wujud dari socio enterprise dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat serta menjadi tulang punggung keberlanjutan program Desa Berdaya.

“Saat ini Rumah Zakat telah membangun 73 BUMMAS di 14 provinsi, yaitu Aceh, Banten, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Dan Sumatera Utara,” tutur Efendi. “dimana 25 bergerak di bidang microfinance, 31 di bidang microbisnis dan 17 di bidang agrobisnis,” tambahnya.

Pembentukan BUMMAS ini diharapkan dapat turut serta memberantas kemiskinan serta menguatkan kemandirian desa, karena dengan semakin kuat desa maka 40% masalah ekonomi indonesia mampu terselesaikan.

“Semoga kami dapat terus menambah dan mengembangkan BUMMAS di seluruh Desa Berdaya yang saat ini telah berjumlah 1,510 di 61 Kota dan 197 Kabupaten” tutup Efendi.

Bummas Eco-J Dari Desa Berdaya Brontokusuman

Desa Berdaya Brontokusuman Yogyakarta adalah salah satu desa binaan Rumah Zakat sejak tahun 2017, desa ini mengembangkan bidang ekonomi kreatif dengan produk Eco-J atau Ecoprint Jogja. Berawal dari workshop ecoprint yang diikuti oleh penerima manfaat Rumah Zakat, kini mereka telah berhasil membuat batik ecoprint sendiri dan telah mengikuti pameran di berbagai daerah.

Kini Eco-J bertransformasi menjadi BUMMAS Kube Eco.J yang merupakan kelompok usaha bersama yang bergerak dalam bidang fashion dan craft dengan produk unggulan seni olah kain dengan teknik ecoprint dan memiliki anggota 18 orang.

“BUMMAS Kube Eco.J ini merupakan satu-satunya kelompok pengrajin kain Ecoprint yang menonjolkan karakteristik dan pemberdayaan berbasis potensi lokal, karena selain memproduksi kain ecoprint, Eco.J ini juga menjadi destinasi wisata” ujar Indra Suryanto, Fasilitator Desa Berdaya Brontokusuman

Selain memproduksi Ecoprint, Bummas Eco-J juga membuka kelas pelatihan bagi warga yang ingin mengetahui cara pembuatannya. Workshop untuk masyarakat luas yang ingin belajar tehnik ecoprint sehingga ini juga menjadi daya tarik wisata.

Bummas kube Eco.J ini telah terbukti dapat memandirikan masyarakatnya karena sejak pertamakali dibangun telah meraup untung hingga puluhan juta dan mampu memberikan penghasilan tambahan pada para anggotanya.

“Saya sendiri kagum dengan hasil ecoprint ini, bahkan saya tidak menyangka saya bisa berpenghasilan dari sana.” Hal itu diungkapkan oleh Rusjayanti salah satu penerima manfaat dari ecoprint di desa berdaya brontokusuman.

Indra sebagai fasilitator sekaligus pengawas BUMMAS Eco-J berharap anggota Eco-J bisa terus bertambah senhingga BUMMAS ini bisa terus berkembang dan lebih banyak memandirikan masyarakat Brontokusuman dan sekitarnya. (imm)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry