Rektor IKIP Budi Utomo, Dr H Nurcholis Sunuyeko (tengah kiri), saat menyerahkan secara simbolis santunan kepada Gus Hisa Al Ayubi, pengasuh PAIQ Darul Hidayah Malang.

MALANG | duta.co – IKIP Budi Utomo (IBU) mewujudkan rasa syukur dengan menyantuni 161 anak yatim  dan dhuafa. Meski pandemi, perguruan tinggi lain kekurangan mahasiswa, namun IBU justru berlimpah. Langkah ini menunjukan empati yang tinggi dari pimpinan kampus ini.

Rektor IKIP Budi Utomo, Dr H Nurcholis Sunuyeko, menyerahkan secara simbolis santunan kepada Gus Hisa Al Ayubi, pengasuh PAIQ Darul Hidayah. Sementara para Wakil Rektor, menyerahkan ke anak-anak panti asuhan lainnya. Menurutnya ia ingin berbagi dengan anak-anak yang belum beruntung.

“Sebenarnya, memang ini sudah menjadi hak mereka. Tapi karena saat ini masa pandemi, kami tidak bisa menghadirkan lebih banyak lagi anak-anak panti asuhan,’’ ujar Nurcholis Sunuyeko, Sabtu (01/05).

Lebih lanjut, orang nomor satu di IBU ini menyampaikan, sebagai salah satu kampus di Kota Malang, dengan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia. IKIP Budi Utomo tetap memiliki kewajiban untuk berbagi rejeki dengan anak-anak yang dicintai Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam tersebut.

Apalagi meski dalam kondisi pandemi, lanjutnya, ketika banyak perguruan tinggi kekurangan mahasiswa, IKIP Budi Utomo masih dipercaya untuk mendidik mahasiswa dalam jumlah yang besar.

“Bahkan tidak ada penurunan dari sebelum pandemi. Alhamdulillah, jumlah mahasiswa baru terus meningkat. Tidak saja dari seluruh wilayah Indonesia. Tapi juga dari luar negeri. Sekalipun pembelajarannya masih daring,” imbuh Nurcholis.

Karena rasa syukur itulah, imbuhnya, di bulan Ramadan ini, tetap dilangsungkan pemberian santunan tersebut. Guna menjaga keistiqomahan amalan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Gus Hisa mewakili penerima santunan, menyampaikan terima kasihnya. erhatian IKIP Budi Utomo, terhadap anak-anak panti asuhan memang luar biasa.

“Karena di tengah pandemi, yang serba sulit seperti ini, Pak Rektor masih terus memikirkan anak-anak yatim. Bantuan ini sangat berarti untuk mereka, apalagi menjelang lebaran,” ungkapnya.

Acara santunan yang juga mengundang perwakilan warga sekitar kampus itu, berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat.

Tidak saja dari sisi kehadiran undangan, yang harus cek suhu tubuh dan menggunakan Handsanitizer. Tapi untuk tempat duduk juga berjarak. Acara pun tak berlangsung lama. Hanya sekitar 30 menit. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry