JAKARTA| duta.co – Anda mendapat kiriman video Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno berwudhu dengan gayung? Saat celap-celup, tampak cepret-cepret wartawan, plus kameramen sibuk mengabadikan, mereka tampak ‘kegirangan’ karena ada yang ganjil alias salah besar.

Wudhu gayung itu diabadikan banyak orang saat di Masjid KH Muhammad Thahir Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat beberapa waktu lalu.

Setelah itu, ramai di media sosial dengan berbagai komentar? Bahkan ada semacam bahtsul masail, Sandi dicap sebagai pengikut Wahabi? Web almanhaj.or.id misalnya, menyebut Sandi dengan sebutan Al-mukarrom, wudhu pakai gayung, kemudian menurut almanhaj.or.id, wudhu seperti itu diperbolehkan menurut madzhab salafi wahabi.

“Inilah wajah politik kita.  Sibuk dan senang mencari kesalahan. Lalu diviralkan. Sampai-sampai hal yang tidak nalar, dikejar dengan demi kemenangan politik. Padahal, anak TPQ saja ngerti, kalau wudhu seperti itu, tidak sah. Untuk mengukur beringasnya politik, wudhu gayung menarik,” tegas H Agus Solachul A’am Wahib, kepada duta.co, Senin (31/12/2018) sambil tersenyum.

Peristiwa wudhu yang sengaja dibuat tidak sesuai tata aturan wudhu, akhirnya menjadi viral di media sosial. Hal tersebut diakui kakak ipar Sandi, H Ali Marzuki. Menurutnya, apa yang telah dilakukan adiknya di Solo itu, memang disengaja. Pasalnya, dia tahu persis bagaimana amaliyah ibadah adiknya  baik wudhu, shalat maupun kegiatan ibadah Lainnya.

“Sebagai Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Jalan Sriwijaya Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang beramaliyah Ahlussunnah waljamaah, tentu saya sangat paham amaliyah adik saya dalam menjalankan ibadah,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (30/12).

Dalam Posisi Jaga Wadhu

Begitu viral, ia pun sambil tersenyum bertanya kepada Sandi, jawabnya sama. Biar ramai, mengukur sejauh mana ‘penggorengan’ media sosial. Sandi sendiri menegaskan, saat itu, ia dalam posisi memelihara wudhu.

“Jadi, kalau beberapa pekan terakhir ini yang selalu menjadi pembicaraan di media mainstream maupun sosial adalah Jokowi, Prabowo dan Kiai Ma’ruf, maka Sandi membuat cara sendiri, bagaimana dirinya juga bisa menjadi buah pembicaraan dengan cara berwudhu yang aneh itu,” paparnya sambil tersenyum.

Dijelaskan, Sandi, di samping seorang pengusaha, adalah Nadir di Masjid At-Taqwa Jalan Sriwijaya Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang juga pernah ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj bahwa Masjid At-Taqwa amaliyahnya Ahlussunnah waljamaah.

“Jadi sangat tidak mungkin Sandi tidak tahu tata cara berwudhu, apalagi kemudian dihukumi ini wadhunya salafi wahabi,” tandasnya.

Ali Marzuki menjamin, apa yang telah dilakukan adiknya di Solo adalah ‘kesengajaan’. “Sebagai bagian dari keluarga besar nahdliyin dan kerabat Habib Ali Kwitang, Jakarta, Sandi sangat paham tata aturan shalat, cara bersuci dan amaliyah lainnya. Bahkan Sandi termasuk orang yang tidak pernah putus melakukan puasa Dawud, sehari berpuasa sehari tidak,” pungkasnya. (rif)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.