SURABAYA | duta.co – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana (WS) turun langsung dalam memberi pembekalan kepada saksi. Ini yang terlihat saat Pembekalan Saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang digelar Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya pekan terakhir ini.

Targetnya, memperkuat militansi saksi  yang menjadi garda terdepan pada Pemilu, 17 April 2019 mendatang. “Pembekalan saksi ini penting, materi harus diperhatikan agar tahu tugas saksi di masing-masing TPS. Materi ini nantinya supaya disampaikan lanjut ke sesama saksi,” kata Whisnu, Senin (11/3).

Sesepuh Bonek Mania ini mengingatkan bahwa saksi ujung tombak partai dalam pertempuran Pemilu. Tugas saksi tidak ringan karena pemilu legislatif kali ini dibarengkan dengan pemilihan presiden (Pilpres). Pemilih akan menerima lima kartu suara, yang bisa membingungkan.

Wakil Wali Kota Surabaya ini menegaskan, tugas saksi tidak sekadar mengawasi proses pencoblosan, mengawasi dan melaporkan hasil penghitungan pilpres, caleg DPR RI, DPRD provinsi dan kota. Tapi juga melakukan sosialisasi kepada warga sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Sampaikan, sosialisasikan bahwa pemilu tahun ini tonggak tegaknya NKRI, tegaknya Pancasila, penentu keberlangsungan Republik ini. Di seberang sana menghalalkan segala cara, termasuk mempertaruhkan keutuhan NKRI,” kata Whisnu.

Keberhasilan pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi, kata Whisnu, wajib disampaikan door to door oleh para saksi sebagai tentara partai yang militan. Pemerintahan Jokowi berhasil mengembalikan hak pengelolaan alam yang sebelumnya ada di tangan pihak asing ke pangkuan Ibu Pertiwi. Asing yang tetap ingin berkepentingan mengelola berupaya menggagalkan dengan banyak cara.

“Sudah banyak keberhasilan Pak Jokowi dalam lima tahun terakhir. Freeport sejak Orba dikelola Amerika sekarang 51 persen saham kembali ke Indonesia. Blok Mahakam sebagai tambang minyak terbesar yang 100 persen dikuasai Amerika kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Blok Chevron kembali ke Ibu Pertiwi. BBM bisa satu harga dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote,” urai anak tokoh PDI Perjuangan, alm Soetjipto ini.

Pembangunan infrastruktur pemerintahan Jokowi, nyata. Ada 1800 km jalan tol terwujud. Termasuk jalan Trans Papua dan pembangunan di titik perbatasan. Satu tujuan, semua warga bisa merasakan kemerdekaan.

“Sekarang tidak lagi waspadai serangan fajar. Tapi sekarang serangan dhuha. Jam 7 pagi sampai 12 siang. Seluruh saksi dan struktur partai harus berjuang awasi TPS masing-masing. Kawal pemilu sebagai momentum untuk Surabaya dan momentum kemenangan di Indonesia,” tutup WS.

Kepala BSPN DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Sukadar, menegaskan lembaganya Ad Hooc uang tugasnya mencetaku saksi yang ditugaskan di tiap TPS.

“Pembekalan akan dilaksanakan keliling di seluruh kecamatan se-Surabaya. Hari Minggu (10/3) di Kecamatan Tegalsari, dilanjut di Kecamatan Krembangan, dan kembali lagi ke Tegalsari. Ada tiga titik dalam sehari, pagi hingga malam,” tegas Sukadar yang juga ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya. azi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.