KEDIRI|duta.co – Selang sehari didatangi anggota Polres Kediri Kota, fakta di lapangan masih terdengar dentuman musik keras bersumber dari Chibi Cafe. Berada di Kawasan GOR Jayabaya merupakan aset milik pemerintah kota, terlihat ada aktifitas hingga menunjukkan pukul 23.00 wib pada Selasa malam.

Tentunya ini bentuk nyata melanggar ketetapan dikeluarkan pemerintah, atas Penerapan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah diperpanjang di masa pandemi. Lalu kenapa tidak ada tindakan tegas? Padahal razia Senin kemarin atas perintah langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo.

Keresahan warga tinggal di perumahan tentunya sangat masuk akal, bahkan dentuman musik terdengar hingga di Pos Satpol PP berada di Kawasan GOR. Bahkan dari depan rumah dinas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) masih cukup jelas. Sejumlah warga kerap melihat sejumlah pengunjung yang keluar dari cafe tersebut dalam keadaan sempoyongan.

Seperti terlihat Senin malam, terlihat sepasang pengunjung berjalan sempoyongan saat keluar bahkan terlihat jelas sang perempuan hingga tidak mampu naik ke atas sadel motor. “Semua juga tahu dan sudah beberapakali dirazia pasti ditemukan minuman keras. Namun tidak juga jera pemiliknya, bahkan seakan berani melawan aturan,” jelas sumber duta.co merupakan warga setempat.

Bahkan, hingga menyebutkan bila pemilik cafe tersebut merupakan seorang PNS di lingkungan pemerintah kota. “Kami tidak ada job sama sekali, bila mau tutup ya tutup semuanya. Ini namanya peraturan sehat karena kami juga tidak bisa mencari nafkah seperti biasanya. Saya pernah sampaikan ke pak wali soal pembatasan kegiatan. Namun, masih ada yang melanggar dan harus ditindak tegas,” ucap Tommy, pemilik group musik dan merupakan sahabat dekat Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry