SURABAYA | duta.co – Perindo, Parpol yang didirikan konglomerat Hary Tanoe itu menjadi sorotan di Jatim. Bukan karena diprediksi lembaga survei tak lolos parlementary threshold, tapi karena ulah calegnya, Peter Susilo yang diduga menganiaya sesama Caleg Perindo, Rudy Wibowo.

Akibatnya, Rudy mengalami luka parah, terutama di kepala karena diduga dihajar dengan gagang pistol oknum marinir yang membantu Peter. Atas kejadian ini, korban bersama kuasa hukumnya, Venna Naftalia telah melapor ke Polrestabes Surabaya.

“Sudah melapor ke Polrestabes. Belum peroleh LP karena belum tuntas lapor, kondisi korban tak kuat sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit,” tutur Venna saat menemani Rudy di Rumah Sakit Adi Husada Surabaya, Senin (22/4/2019) malam.

Venna menuturkan, kejadian bermula saat Piter memanggil Rudy ke rumahnya di Perumahan Dian Istana Surabaya, Jumat (19/4/2019) malam untuk klarifikasi soal perolehan suara keduanya.

“Ada indikasi Pak Peter ini tidak terima karena suaranya Pak Rudy ini kok banyak, dikira mengambil suara dari Pak Peter,” terang Venna.

Sesampainya di rumah Peter, kata Venna, Rudy disuruh masuk dan temannya diminta menunggu di luar rumah. Saat itu Rudy disuruh untuk tanda tangan surat. “Dalam surat, isinya jika surat suara itu sah atau tidak dari hasil mencuri,” ucapnya.

Namun korban enggan menandatangani,  lantaran bukan wewenang dirinya untuk menandatangani surat tersebut. “Saat itu yang menyulut emosi dari Peter yang langsung memegangi korban dengan bantuan tiga orang lalu menghajar korban,” ucapnya.

Tak hanya itu, Peter sempat mengambil pistol yang ada di dalam tas coklat miliknya, lalu memukulkan gagang pistol itu ke kepala korban. Pukulan itu membuat luka robek di kepala korban. “Hingga kerasnya yang membuat magazine pistol itu jatuh ke lantai,” ucap Venna.

Setelah itu, korban kembali dipukul dengan menggunakan gagang sapu hingga patah. Selain itu korban juga dipukul lagi di bagian hidung yang membuat hidungnya berdarah.

Korban yang merasa tersudut langsung teriak minta tolong. “Teman klien saya saat itu telepon Pak Gianto (Ketua Bara JP Jatim, Giyanto Wijaya) untuk minta tolong,” ucapnya.

Saat itu dirinya dan korban langsung ke Mapolrestabes Surabaya untuk melaporkan kasus tersebut. Namun karena kondisi korban yang sudah parah, pemeriksaan itu hanya beberapa saat. “Saat itu saya membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif,” jelasnya.

Venna mengatakan kondisi korban sampai saat ini masih terbaring lemah di rumah sakit. Selain itu, luka di kepala korban mendapatkan beberapa jahitan. “Kami juga sudah melakukan visum sebagai kelengkapan laporan yang kami lakukan,” jelasnya.

Sementara Ketua Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden) Jatim, Gianto Wijaya, berharap masalah ini bisa segera diselesaikan dengan sesuai prosedur hukum yang adil. Dirinya mengakui jika Rudy merupakan anggota Bara JP.

“Rudy mamang anggota Bara JP, tapi masalah ini tidak ada hubunganya dengan Pilpres. Saya pasrahkan masalah ini ke polisi sebagai penegak hukum untuk menyelesaikan dengan seadil-adilnya,” katanya.

Saat kasus ini dikonfirmasikan ke Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran belum ada tanggapan. Begitu pula sama dikonfirmasikan ke Kabag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Rety Husain. zal

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.