SURABAYA | duta.co –  Sidang perkara pelanggaran Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan terdakwa Sabrina Vanesha De Vega yang  seharusnya mengagendakan putusan ditunda oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (27/12/2022).

Majelis Hakim yang diketuai Imam Sudarmono merasa perlu melakukan diskusi lagi setelah menganggap tuntutan Jaksa Darwis dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya terhadap Sabrina Vanesha De Vega, terlalu ringan. Selain proses sidang juga terlalu cepat sejak dimulai pada 2 Desember 2022 lalu.

Meskipun dijerat pasal berlapis, yakni UU ITE Pasal 45 ayat (3) dan Pasal 27 ayat (3), yang masing-masing ancaman hukumannya 4 dan 6 tahun penjara, tapi Jaksa Darwis hanya menuntut 1 bulan penjara.

“Sidang ditunda. Dilanjut lagi pada 9 Januari 2023,” ujar Hakim Imam saat menutup sidang.

Uniknya, usai sidang Sabrina Vanesha De Vega yang datang dengan kerabatnya nampak terlibat adu mulut dengan sejumlah wartawan yang meliput.

“Kalian ngapain foto-foto saya. Apa hak kamu ambil gambar saya,” hardik istri pengusaha ini kepada wartawan.

Jaksa Darwis yang melihat hal itu bergegas memanggil petugas pengamanan PN Surabaya. “Tolong Anda tenang, teman-teman wartawan punya hak meliput berita di sini,” ujarnya sambil meminta security membawa Sabrina Vanesha De keluar area persidangan.

Namun salah satu wartawan yang sempat emosi juga mempertanyakan baju yang dipakai Sabrina Vanesha De Vega karena menurutnya tak sopan dikenakan saat persidangan.

“Ini ruang sidang, bajumu yang sopan. Hargai persidangan. Kamu pakai celana sobek sehingga paha kelihatan dan kaosmu ketat agak melorot sehingga itu kelihatan,” seru salah satu wartawan cewek.

Dituding tak sopan berpakaian, Sabrina Vanesha De Vega langsung nampak membetulkan letak kaos ketat yang dikenakannya.

Perlu diketahui, kasus ini berawal saat Maggie, asal Thailand, mengaku difitnah Sabrina Vanesha De Vega yang menuduhnya pelakor. Bahkan pengusaha restoran ini sempat dilempar kotoran manusia pada Sabtu (2/11/2020), oleh terdakwa.

Sebagai warga negara asing, Maggie memilih diam dan hanya membela diri sebisanya. Kemarahannya muncul saat fotonya bersama buah hatinya disebar oleh Sabrina dengan kalimat tak pantas.

“Saya memang sakit hati nama baik saya jadi jelek, saya dituduh perebut suami orang. Padahal tuduhannya tidak berdasar. Saya masih bisa sabar diperlakukan tidak baik,” kata Maggie saat ditemui usai sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (26/12/2022).

“Tapi saat saya tahu mereka buat brosur ada foto dan nama anak-anak saya, ditambah ada kalimat tidak pantas, saya akhirnya memilih jalur hukum dan melapor ke Polrestabes Surabaya,” imbuhnya.

Setelah proses hukum berjalan, Maggie hanya ingin pelaku meminta maaf dan memulihkan nama baiknya dan anak-anaknya di media sosial secara terbuka.

Tapi Sabrina Vanesha De enggan menuruti sehingga kasus ini disidangkan pertama kali pada Senin 5 Desember 2022.

Belum genap satu bulan, pada Senin (26/12/2022), sidang kasus tersebut telah sampai pada agenda putusan.

Maggie kaget, lantaran tidak ada pemberitahuan dari pengadilan atau jaksa terkait undangan sidang. “Tiba-tiba saja putusan,” kata Maggie.

Bahkan Maggie akhirnya tahu jadwal sidang setelah ada kenalannya yang memberi info situs resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Surabaya. Tertulis sidang berikutnya pada Senin 26 Desember pukul 14.00 WIB.

“Tapi tadi sidangnya dimajukan juga tanpa pemberitahuan. Dimulai pukul 11.47. Untung saya datang sejak pagi untuk mengantisipasi jadwal sidang berubah. Ternyata benar,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Surabaya, Darwis, menuntut Sabrina Vanesha De Vega, hanya pidana penjara selama 1 bulan dari ancaman maksimal 6 tahun.

Selama menjalani proses hukum, Sabrina Vanesha De Vega sama sekali tak pernah ditahan baik di Kepolisian maupun Kejaksaan.

Jaksa Darwis berdalih, tuntutan super ringan itu didasarkan adanya perjanjian damai kedua pihak pada Agustus lalu.

“Pertimbangan tuntutan itu karena sudah ada perdamaian. Ya 1 bulan itu tuntutan penjara kurungan. Tapi kami belum tahu apa yang akan diputuskan hakim,” dalihnya. rum

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry