Keterangan foto youtube

MADINAH | duta.co – Tidak ada yang menghukumi bidah menggunakan speaker di Masjid Nabawi. Ini lantaran fungsinya sangat penting, harus menjangkau radius yang luas. Tahukah kita, ternyata Masjid Nabawi memiliki 17 muadzin yang menyerukan shalat lima kali sehari.

Mereka melantunkan adzan dari area “Mukabariyah”, tempat di mana mereka mengangkat adzan sehingga semua jamaah yang berada di dalam dan di luar masjid akan mendengar suara itu dengan jelas.

Mukabariyah adalah tempat yang berada di atas tanah. Jaraknya sekitar delapan kolom dan jaraknya cukup jauh dari mimbar, yakni  sekitar lima meter. Tempat ini memiliki luas berukuran 5×4 meter persegi.

“Area Mukabariyah terakhir direnovasi sekitar 36 tahun yang lalu,” kata kepala muazin Masjid Nabawi,Sheikh Abdul Rahman Khashogji.

Dia mengatakan setiap hari tiga muazin bergantian untuk menaikkan adzan dengan suara-suara merdu yang memikat para jamaah ke masjid. Dan khusus untuk melantunkan adzan di bulan Ramadhan ada rasa sensasi tersendiri.

“Adzan di Ramadhan memberikan perasaan yang berbeda. Ini karena menyebarkan iman, spiritualitas, dan ketenangan,” katanya.

Kashogji mengatakan bahwa para jamaah shalat merasakan kedalaman iman mereka ketika mereka melihat ribuan pengunjung pergi ke masjid untuk melakukan shalat. Ini juga menjadi kenikmatan tersendiri.

Dia mengatakan amplifier suara selalu diuji sebelum tibanya waktu shalat. Hal ini untuk memastikan bahwa peralatan ini mampu beroperasi dengan sempurna dan siap untuk mengirimkan suara. Allah swt memang maha mendengar, tetapi manusia banyak yang tuli ketika ada suara adzan. (sumber republika dari saudigazette)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.