Erika Martining Wardani, SKep, NS, MKed.Trop

Dosen Keperawatan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan

SETIAP 20 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai hari osteoporosis sedunia (world osteoporosis day). Osteoporosis merupakan masalah pengeroposan dan penurunan kepadatan massa tulang secara berkelanjutan.

Hari osteoporosis sedunia diadakan sebagai bagian dari kampanye untuk meningkatkan kesadaran global tentang pencegahan, diagnosis dan pengobatan osteoporosis dan serta pencegahan terkait penyakit muskuloskeletal.

Osteoporosis juga sering disebut “silent disease” karena proses kepadatan tulang berkurang secara perlahan, terutama pada penderita osteoporosis senilis dan berlangsung secara progresif selama bertahun-tahun tanpa disadari dan tanpa disertai adanya gejala.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Gejala-gejala baru timbul pada tahap osteoporosis lanjut, seperti patah tulang, punggung yang semakin membungkuk, hilangnya tinggi badan, serta nyeri punggung.

Orang berisiko terkena osteoporosis :

  1. Wanita, disebabkan pengaruh hormon estrogen yang mulai menurun sejak usia 35 tahun.
  2. Usia, karena pertambahan usia, fungsi organ tubuh dan penyerapan kalsium menurun dan fungsi hormon paratiroid meningkat
  3. Ras/suku, keturunan Asia memiliki risiko terbesar karena konsumsi kalsium rendah. Pria dan wanita kulit hitam dan hispanik memiliki risiko cukup besar
  4. Gen, dalam garis keluarga memiliki struktur genetik tulang yang sama, sehingga bila dalam keluarga ada yang menderita osteoporosis, maka ada risiko bagi anggota keluarga yang lain
  5. Life style/ gaya hidup, Konsumsi daging merah, minuman berkafein seperti kopo dan teh, minuman bersoda, dan beralkohol, malas berolahraga, merokok, dan kurang kalsium
  6. Konsumsi obat, jenis obat kortikosteroid dapat menyebabkan risiko penyakit osteoporosis bila sering dikonsumsi dalam jumlah tinggi
  7. Perawakan tubuh, jika bobot tubuh ringan, kurus dan, mungil maka massa tulang cenderung kurang terbentuk sempurna

Berdasarkan penyebabnya, osteoporosis dibagi menjadi dua, yaitu: osteoporosis primer yang berkaitan dengan kekurangan hormon (khususnya wanita), peningkatan usia, sedangkan osteoporosis sekunder yang disebabkan oleh berbagai keadaan klinis tertentu atau penyakit lain dapat dilakukan pemeriksaan berkelanjutan dengan pemeriksaan osteoporosis, densitometer (lunar), densitometer – USG dan pemeriksaan laboratorium

Jika tidak ada faktor risiko, pemeriksaan kepadatan tulang dapat dilakukan pada saat 5 tahun setelah menopause.

Pencegahan osteoporosis dengan :

  1. Saat dewasa perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium (1000-1200 mg per hari). Bila berusia diatas 65 tahun 1500 mg per hari. Makanan yang kaya kalsium seperti susu, yoghurt, keju, ikan salmon, dan brokoli. Satu gelas susu mengandung sekitar 300 mg kalsium.
  2. Bila berisiko terkena osteoporosis, konsumsi tablet kalsium. Suplemen kalsium dianjurkan bagi yang tidak kuat dengan laktosa dan bagi yang tidak rutin mengkonsumsi tiga atau lebih makanan yang mengandung kalsium sehari-hari
  3. Sering berjemur di matahari pagi, karena tubuh membuat vitamin D ketika sinar ultraviolet menyentuh kulit
  4. Olahraga yang dapat menguatkan otot sehingga dapat sekaligus menguatkan tulang, seperti jogging, jalan, bersepeda dan lain-lain
  5. Hilangkan kebiasaan merokok
  6. Tidak atau jangan terlalu banyak mengkonsumsi alcohol dan kafein
  7. Jangan terlalu kurus

Senam osteoporosis

Salah satu upaya untuk mencegah osteoporosis yaitu dengan aktivitas yang cukup dan melakukan senam osteoporosis. Dalam senam ini, latihan fisik dikhususkan melatih daerah yang rawan terserang yaitu area tulang punggung, pangkal paha, dan pergelangan tangan dengan menggunakan alat beban.

Prinsip latihan fisik untuk kesehatan tulang adalah dengan latihan pembebanan, gerakan dinamis, dan ritmis, serta latihan latihan daya tahan (endurans) dalam bentuk aerobic low impact. Beban yang digunakan dalam latihan berfungsi untuk meningkatkan kepadatan tulang. Senam ini juga akan membuat pesertanya menjadi lebih segar dan bugar. Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry