WORKSHOP : Suasana workshop yang dihadiri Deakin University Australia. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukan kemanfaatannya kepada umat, dengan menggelar Workshop implementasi bidang Halal Suplay Chain. Kerjabareng dua perguruan tinggi lintas negara ini dalam hal pasokan produk halal merangkul Deakin University Melbourne Australia.

Menurut Wakil Ketua Dikti Litbang PP Muhammdiyah, Prof Chairil Anwar,  worshop ini merupakan respon dari instruksi Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) mengenai sertifikasi produk halal. PP ini sendiri Oktober nanti akan digulirkan, dimana semua produk makanan harus bersertifikasi halal.

“Pihak Muhammadiyah sendiri akan membantu mengimplementasikan instruksi Pemerintah tersebut dengan mempersiapkan beberapa perguruan tinggi dibawah organisasi kemasyarakatan ini, “ ujar Prof Chairil.

Wakil Ketua Dikti Litbang PP Muhammdiyah ini menyadari, sertifikasi produk makanan halal merupakan isu yang paling sensitif. Maka untuk itu akan disiapkan lembaga yang dipercaya guna menanganinya. Muhammadiyah sendiri akan menyiapkan fasilitas denga laboratorium dan tenaga-tenaga professional yang berkompeten.

“Kampus-kampus Muhammadiyah di Malang, Solo, Surakarta, dan Makassar,  telah siap untuk ini. Totalnya ada 15 kampus yang siap mendampingi lembaga halal. Dimana Ormas terbesar kedua ini siap jika diminta melakukan sertifikasi halal.”

Selama ini sertifikasi halal memang hanya dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun nantinya, lembaga ini akan bekerjasama dengan kampus untuk penelitian kehalalan suatu produk. Perguruan tinggi yang mengajukan diri menjadi mitra MUI wajib menyiapkan para ahli, minimal doktor ahli produk halal. UMM sendiri telah mempersiapkan diri mengenai hal tersebut.

Kerjasama penelitian dengan pihak Australi sendiri, lantaran Negara ini telah sukses dalam hal suplay chain berbagai produk halal. Dah