LAMONGAN | duta.co – Wisata Gunung Mas yang berada di DesaTugu, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, di areal gunung kapur bekas tambang galian c, hingga saat ini belum mengantongi izin dari dinas terkait.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamongan, Suprapto mengatakan, sebelumnya sudah pernah dilakukan mediasi dengan pihak pengelola wisata Gunung Mas terkait dengan perizinan di Balai Desa Tugu.

“Namun waktu itu masih dipegang oleh Kepala Satpol PP yang lama, yang bersangkutan pun pernah diingatkan oleh petugas dari Satpol PP untuk segera mengurus perizinan tempat wisata tersebut,” ujar Suprapto, Selasa (11/06/2019).

Menurutnya, yang bersangkutan menyanggupi untuk segera mengurus, namun sampai saat ini, izin tersebut belum segera diurus.

Suprapto mengatakan, dua minggu setelah pelantikan sebagai kepala Satpol PP, pihaknya pernah mendatangi wisata tersebut beserta dengan staff, namun yang bersangkutan sulit ditemui.

“Kemarin saya sudah koordinasi dengan pihak Dinas Perizinan Lamongan, memang betul wisata Gunung Mas Kecamatan Mantup itu belum ada izin ke dinas terkait,” ucapnya.

Suprapto mengungkapkan, saat ini masih diadakan koordinasi dengan dinas atau OPD yang terkait mengenai teknis dulu. Kemudian tim mengambil langkah yang tepat, sehingga ke lapangan bisa bersama dengan tim OPD yang lainnya.

Senada, Camat Mantup, H Sukri mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan bersama Kades kepada pihak pengelola wisata untuk segera mengurus izin, termasuk memperbaiki bekas galian agar ditata yang baik untuk antisipasi longsor.

“Sampai pernah juga disidak oleh Kepala Satpol PP Lamongan. Pada  waktu itu masih dipegang Bambang Hajar, sekitar dua bulan yang lalu, sama juga diingatkan terkait izin dan perbaikan samping galian yang sangat curam agar segera dibenahi,” ujar Camat Mantup, H Sukri.

Sementara itu, menurut penjelasan penjaga tiket masuk wisata, Wandi (24), saat ditanya duta.co mengenai dengan omzet libur lebaran kemarin, pihaknya mengaku tidak tahu apa-apa.

“Lebaran Idul Fitri kemarin, pengunjung mulai ramai di hari kedua setelah lebaran sampai dengan hari Minggu. Untuk sepeda motor diperkirakan mencapai 200 lebih, sedangkan untuk roda empat mencapai hingga 50 an,” ungkapnya.

Wandi menjelaskan, untuk tiket masuk sepeda motor dikenakan tarif Rp 10 ribu, bagi roda empat atau mobil kita kenakan Rp 30 ribu.

“Kalau hari biasa masih sepi, namun di waktu hari libur Sabtu dan Minggu lumayan ramai. Kalau ada pengunjung yang datangnya sudah sore, ya terpaksa kita buka hingga jam 8 malam,” ujar Wandi.

Pengunjung wisata Gunung Mas, kata Wandi, banyak dari luar daerah, ada yang dari Gresik, Bojonegoro, Tuban, Surabaya, bahkan ada yang dari Jakarta dan sekitarnya.

“Saya sudah dua tahun bekerja di tempat wisata ini, semakin lama banyak pengunjung yang datang ke tempat wisata Gunung Mas ini. Untuk masalah lainnya yang berkaitan dengan perizinan saya tidak tahu apa-apa,” tegasnya. (ard)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.