PROBOLINGGO | duta.co  – Dunia politik yang glamor dan cenderung tidak amanah akhirnya banyak diwarnai skandal uang dan seks. Perselingkuhan dan pornografi merasuki dunia politik. Misalnya kasus video bugil hingga video porno yang melibatkan politisi–yang juga berbuntut pemerasan.
Salah satunya menimpa Caleg dari Partai NasDem Probolinggo Nurul Munjiat. Caleg Partai NasDem DPRD Kota Probolinggo Dapil 1 Kecamatan Kanigaran – Wonoasih ini resmi melapor ke polisi terkait pemerasan yang dialaminya menggunakan video bugil. Dia mengaku diperas pelaku bernama Aulyah Sari yang diduga warga Palu, Sulawesi Tengah.
Yang unik hingga dilaporkan itu korban mengaku masih berkomunikasi dengan pelaku, Aulyah Sari. Untuk membuat laporan polisi,  Selasa (22/1) pukul 10.00 WIB, Nurul mendatangi  Kantor SPKT Polresta Kota Probolinggo. Dia langsung melapor sebagai korban pemerasan yang dilakukan Aulyah.
Sehari sebelumnya, laporan yang disodorkan korban ditunda lantaran alat bukti belum lengkap. Meski Nurul sudah memilih jalur hukum, ternyata pelaku masih berani menghubungi korban.
Menurut korban, Senin (21/1) malam, dia dan pelaku masih berbalas pesan di whatsapp (WA). Bahkan 40 menit sebelum tiba di polres, pelaku masih sempat menelepon korban menggunakan WA namun tidak terjawab.
“Tadi sempat misscalled pak ke nomor WA saya,” kata Nurul di mapolresta, Selasa (22/1/2019).

Terkait keputusannya melapor, pria berkacamata itu siap menerima konsekuensi apapun. Dia sadar jika masalah itu akan berpengaruh pada citra dirinya sebagai calon legislatif.

“Laporan ini saya lakukan sebagai bentuk pembelajaran bagi lainnya agar hati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang baru dikenal,” kata Nurul menambahkan.

Meski laporan korban sudah diterima, polisi belum bersedia memberikan keterangan terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah Nurul.

Nurul mengaku mengalami pemerasan yang dilakukan perempuan bernama Aulyah. Perempuan yang Nurul kenal dari facebook itu mengancam akan menyebarkan video bugil dirinya, yang direkam saat keduanya melakukan video call.

Menanggapi kasus itu, Ketua DPD Partai NasDem Kota Probolinggo, Zulfikar Himawan  menyebut kasus pemerasan tersebut merupakan masalah pribadi Nurul. Jadi, sebagai sesama kader partai dia mendoakan agar permasalahan itu cepet selesai.
“Terkait bahwa Pak Nurul adalah kader, pengurus bahkan caleg Partai NasDem maka partai akan terus mengikuti, mencermati perkembangan permasalahan ini. Bahkan partai akan memberikan support moral dan manakala perlu bantuan hukum bila kasus ini berproses di ranah hukum,” katanya.
Dia menjelasakan, partai tidak bisa mengambil langkah-langkah berupa sanksi karena persoalan yang ada saat ini masih sebatas isu. Atau baru berdasarkan pengakuan dari Nurul.

Partai baru bisa bersikap atau mengambil langkah-langkah berupa sanksi bila persoalan tersebut benar-benar terjadi dan yang bersangkutan (Nurul) dinyatakan melanggar oleh lembaga berwenang.

“Saya sebagai ketua DPD Partai Nasdem Kota Probolinggo masih sangat meyakini bahwa permasalahan ini lebih pada pemerasan dan Pak Nurul benar-benar tidak melakukan hal yg sebagaimana dituduhkan,” jelas Zulfikar. (det/ara)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.