SURABAYA | duta.co – Penyebaran kasus virus corona disease (Covid-19) di Jatim khususnya bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 selama tiga hari terakhir nampaknya mulai membentuk pola baru yakni stagnan, lalu naik dan kembali stagnan.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Jatim, pada Senin (23/3) lalu terkonfirmasi jumlah positif Covid-19 ada 41 orang, kemudian pada Selasa (24/3) bertambah 10 menjadi 51 orang, dan hari ini Rabu (25/3) kembali stagnan di angka 51 orang.

Namun pola positif Covid-19 tersebut berbeda dengan kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang cenderung grafiknya menanjak terus dalam tiga hari terakhir.

Sebagai gambaran jumlah PDP pada Senin (23/3) berjumlah 125 orang, lalu Selasa (24/3) naik menjadi 142 orang dan hari ini (Rabu,24/3) bertambah 48 orang menjadi 190 orang.  Begitu juga untuk ODP dari 1405 orang pada 23 Maret, naik menjadi 2003 orang pada 24 Maret dan hari ini bertambah 539 menjadi 2542 orang.

“Jumlah ODP perjam 16.00 WIB berjumlah 2542 orang, kemudian PDP berjumlah 190 orang dan yang positif Covid-19 tercatat seperti kemarin ada 51 orang,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menggelar press rilis perkembangan Covid-19 di Jatim di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/3/2020).

Untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat baik yang warga Jatim maupun di luar Jatim seperti yang seminggu lalu kita lounching berkaitan dengan self checkup Covid-19 maka Satgas Covid-19 ingin meluncurkan Fovid-19 yakni Forum Obrolan Covid-19.

“Kalau ada hal yang ingin ditanyakan seputar Covid-19 maka bisa akses Fovid-19 karena bisa langsung chatting dengan mengunjungi laman   http://www.checkupcovid19.jatimpemprov.go.id,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim.

Segera Didistribusikan

Lebih jauh dr Jibril salah seorang anggota tim kuratif Satgas Covid-19 Jatim menjelaskan bahwa laman checkupcovid19 telah dikunjungi 2,5 juta pengunjung dan ada 350 ribu pengunjung yang melakukan checkup ternyata mereka ingin tindak lanjut dari hasil checkup dan assesment melalui beberapa pertanyaan.

“Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pengunjung yang telah melakukan checkup maupun asesment itu maka kita buka Fovid-19. Disini bisa tanya jawab realtime maupun forum yang akan dijawab oleh para dokter dan 1800 relawan mahasiswa kedokteran dan keperawatan,” kata Jibril.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga menambahkan bahwa 10 ribu peralatan Rapid tes dari pusat besok akan sampai dan akan distribusikan sesegera mungkin. Oleh karena itu pihaknya tengah menyiapkan bagaimana proporsionalitas distribusi Rapid test ke daerah dan siapa saja yang didahulukan menjalani rapid tes.

Komandan gugus kuratif Satgas Covid-19, dr Joni menjelaskan bahwa Insyaallah malam ini atau besok pagi akan datang peralatan rapid tes sehingga bisa langsung didistribusikan untuk screening.

“Alat ini nanti akan dibagi ke Dinas Kesehatan kab/kota dan Rumah Sakit. Proporsi rumah sakit adalah bersadarkan berapa PDP dan ODP yang ditangani serta berapa banyak tenaga medis dan paramedis yang berkontak langsung dalam merawat juga akan diberikan yang lebih banyak,” ujar Joni.

Selain itu diberikan ke rumah sakit yang mengembangkan ruang isolasi, ada ruang ODR (Orang Dengan Resiko) tinggi, maka itu juga akan diberikan lebih. “Memang mungkin Rp10.000 alat rapid tes ini kurang, nanti akan terus-menerus bila barangnya datang juga akan segera kita distribusikan, lagi” pungkasnya. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry