duta.co/ist WAYANG KULIT VIRTUAL: Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono menyerahkan wayang kepada Ki Dalang Aiptu Hendri Setiawan yang juga Bhabinkamtibmas Polsek Dolopo, Polres Madiun  di  Joglo Polres Madiun, Jumat malam (16/10/2020).

MADIUN | duta.co – Polres Madiun menyosialisasikan 3M sebagai upaya memutus penularan virus corona Covid-19 melalui pagelaran wayang kulit virtual dengan lakon “Corona Sumilak”. Yang menarik, dalangnya juga anggota polisi, yaitu Bhabinkamtibmas Polsek Dolopo, Polres Madiun, Aiptu Hendri Setiawan. Acara digelar di  Joglo Polres Madiun, Jumat malam (16/10/2020).

Pagelaran wayang kulit virtual juga menampilkan sejumlah peserta seni karawitan dari anggota Polisi Wanita (Polwan) jajaran Polres Madiun. Aiptu Hendri sendiri memang dikenal lihai mendalang. Dalam bertugas sehari-hari, dia juga tampil tidak biasa, yaitu menaiki kudanya untuk menjelajahi pelosok pedesaan di Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.

“Pagelaran wayang kulit virtual selain untuk melestarikan budaya tanah Jawa juga untuk menghibur masyarakat dan untuk sosialisasi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan),” ujar Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono dikutip duta.co dari polresmadiun.com, Sabtu (17/10/2020).

Dipilihnya pagelaran wayang kulit, menurut Bagoes, karena merupakan budaya Jawa yang banyak penggemarnya, termasuk di Madiun. Sementara pagelaran itu sudah relatif lama tidak bisa dilaksanakan lagi karena situasinya sedang pandemi Covid-19.

Dengan digelar virtual, penonton tidak harus datang namun bisa menonton dari rumah dan di mana pun berada. Wayang kulit yang bercerita tentang perang melawan Corona ini akan ditayangkan secara live di akun Instagram @polres_madiun, Youtube Polres Madiun dan Facebook Polres Madiun pada Jumat (16/10/2020), pukul 20.00 WIB.

Bagoes berharap, pagelaran wayang kulit tersebut selain menghibur juga memberikan edukasi. “Sehingga masyarakat dapat mengerti bahwa pandemi masih ada. Protokol kesehatan harus tetap ditaati dan hal itu dapat menekan penyebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Madiun,” jelasnya.

Bagoes juga berharap pagelaran wayang kulit virtual dapat diadakan lagi. Karena melihat antusiasme masyarakat Madiun yang menyambut baik acara ini. “Kalau Ki Dalang ada waktu, nanti kita adakan lagi Pak. Saya lihat komentar netizen meminta wayang kulit digelar lagi. Yang pasti protokol kesehatanya tetap harus dijaga,” ungkap AKBP Bagoes kepada Aiptu Hendri.

Adapun lakon “Corona Sumilak” mengandung harapan agar wabah Covid-19 segera sumilak (bahasa Jawa yang berarti pergi atau hilang). Sehingga Jawa Timur segera menjadi zona hijau, tidak zona merah atau oranye lagi.

“Ke depannya pertunjukan wayang seperti ini, Insya Alloh kalau memang ada waktu, kita adakan lagi mungkin dengan tema yang berbeda,” jelas AKBP Bagoes. kim

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry