Dewi Widiana Rahayu – Dosen FKIP

BENCANA alam yang terjadi belakangan ini tidak lain disebabkan oleh adanya ulah manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan, sehingga secara tidak langsung menimbulkan kerusakan lingkungan yang semakin meluas.

Untuk itu perlu ditumbuhkan adanya kesadaran lingkungan, salah satu di antaranya adalah melalui taman sekolah. Pendidikan yang mengarah kepada peduli lingkungan dan alam sebenarnya sudah dimulai sejan anak usia dini. Anak-anak diberi pengertian untuk tidak bersikap sewenang-wenang kepada binatang dan tanaman serta menjaga kelestarian alam dengan tidak merusak lingkungan.

Sumber daya alam Indonesia ssemakin mengalami penurunan, bahkan ada yang mengalami kerusakan akibat adanya pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkendali tanpa memperhatikan lingkungan seperti terjadinya banjir,kebakaran hutan, kekeringan dan lain sebagainya yang merugikan manusia.

Kondisi seperti inilah yang kiranya perlu kita sadari sebagai masyarakat Indonesia dan khususnya para praktisi pendidikan untuk kembali menanamkan sikap peduli lingkungan terhadap anak didik yang nantinya diharapkan dapat meneruskan cita-cita dalam menciptakan lingkungan alam yang lestari dan dapat memberikan manfaat bagi umat manusia tanpa harus merusak lingkungan.

 Digiatkannya pemerataan pembangunan dalam segala bidang termasuk industri ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berperan penting sebagai penggerak utama baik terhadap sumber daya manusia itu sendiri maupun lingkungan sehingga menyebabkan terjadinya perubahan terhadap lingkungan.

Perubahan lingkungan bisa bersifat positif maupun negatif. Perubahan positif tentunya tidak akan menjadi permasalahan yang sering diperbincangkan. Namun bila yang terjadi adalah dampak, yaitu masalah lingkungan yang berupa kerusakan atau pencemaran lingkungan. Hal itu harus segera kita waspadai dan  sikapi secara bijaksana upaya  penyelesaianya.

Di sinilah peran masyarakat untuk bisa peduli dan sadar terhadap lingkungan. Kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan bisa dilakukan disemua kalangan. Baik tua muda, anak-anak, dewasa, dan semua jenis dan jenjang profesi mulai dari petani, pedagang maupun pengusaha ataupun pejabat pemerintah. Salah satu cara penyadaran lingkungan bisa melalui dunia pendidikan.

Sekolah merupakan lembaga untuk berinteraksi antara guru dan murid dan lingkungan sekolah dimana terjadi proses pembelajaran (menuntut ilmu pengetahuan) untuk menghasilkan generasi yang cerdas dan berahlaq mulia. Lingkungan alam sekolah meliputi adanya pengaturan lahan, kebersihan, penghijauan, penggunaan air dan energi. Perilaku peduli lingkungan bagi siswa dan warga sekolah merupakan hasil dari proses belajar dan pembiasaan secara terus menerus yang dimulai sejak dini.

                Pembelajaran berwawasan lingkungan diharapkan mampu mengupayakan siswa agar menjadi pribadi yang memiliki kesadaran tentang arti pentingnya kelestarian lingkungan bagi kelangsungan hidup manusia.

 Pendidikan berwawasan lingkungan ini tentunya secara tidak langsung sudah terdapat di dalam kurikulum atau materi di sekolah dasar salah satunya dalam bidang studi IPA. Namun, dalam pelaksanaannya masih dirasa kurang karena permasalahan bencana tidak semata-mata hanya karena proses alam saja.

 Juga, diakibatkan dari pengaruh sikap dari anak-anak bangsa, sehingga memang sangat diperlukan keterpaduan dalam pembelajaran lingkungan ini. Sehingga, pembelajaran lingkungan bisa diintergrasikan masuk juga dalam pelajaran yang lain misalnya IPS, agama, bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahkan matematika.

Pembelajaran tematik yang berhubungan dengan lingkungan ini agar lebih menarik bisa diwujudkan dengan field trip misalnya. Field trip ini bisa dalam bentuk pengenalan lingkungan sekitar misalnya saja pergi ke sawah.

 Di sawah anak bisa mempelajari semua pelajaran yang ada. Misalnya, untuk mempelajari IPA bisa dikenalkan dengan cara perkembangbiakan tanaman, pelajaran matematika belajar simetri lipat pada daun, pelajaran bahasa Jawa berlatih berbicara bahasa jawa dengan pak tani, pelajaran bahasa indonesia dengan menulis puisi, pelajaran seni budaya dan keterampilan dengan menggambar pemandangan, pelajaran olah raga misalnya adanya game-game dengan lumpur di sawah.

Dengan adanya pembelajaran ini mungkin lebih membawa makna tersendiri bagi anak karena anak praktik langsung, selain mengurangi rutinitas pembelajaran di kelas. Walaupun tentunya membawa konsekuensi bagi guru karena harus bekerja ekstra dengan pengawasan anak di luar kelas. Sehingga pembelajaran akan dirasa lebih bermakna serta penanaman sikap peduli terhadap lingkungan dapat dipahami dan dilaksanakan oleh siswa.

                Penanaman sikap peduli lingkungan di sekolah dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler seperti kegiatan pramuka. Pramuka merupakan kegiatan social siswa yang menggerakkan siswa kearah cinta lingkungan misalnya dengan mengadakan:

  1. Perkemahan

Wujud kecintaan lingkungan melalui kegiatan ini sangat kuat. Karena pelaksanaan kemah dilakukan di alam dengan fasilitas yang tersedia dialam. Sehingga diharapkan dengan kegiatan ini siswa bisa merasakan cinta tanah air dengan mencintai alam dan lingkungan sekitar

  1. Pejelajahan

Kegiatan ini merupakan napak jalan lintas alam. Dimana siswa diharuskan berjalan melintasi alam pegunungan dan sekitarnya yang masih segar bebas polusi. Dalam kegiatan ini pula siswa diberi tugas untuk mencatat flora dan fauna yang ditemui serta kejadian lingkungan lainnya.

  1. Lomba Karya Lingkungan

Kegiatan ini merupakan ajang pembinaan prestasi siswa dibidang non akademik tentang lingkungan.

Bisa berupa lomba karya mading dengan tema yang diambil tentang isu lingkungan yang tengah hangat dimasyarakat misalnya pemanasan global, bencana alam, gunung berapi, Lumpur lapindo, gempa bumi, pencemaran air, pencemaran udara, penghijauan dan lain-lain.

                Kegiatan lainnya dapat berupa lomba menggambar yang bertemakan lingkungan, membuat poster,  narasi mengenai lingkungan dan sebagainya. Dalam masa orientasi juga dapat diberikan tema one student one tree,  yakni setiap siswa membawa satu bibit pohon untuk ditanam di taman sekolah.

Siswa juga ikut dilibatkan aktif untuk membantu merawat, menjaga kebersihan, dan kelestarian lingkungan, sehingga tercipta lingkungan pembelajaran yang nyaman, asri, dan menyenangkan. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.