PENGUATAN : Wakil Walikota Malang Ir Sofyan Eddi Jarwoko (kiri) dan Ketua Baznas Kota Malang H Sapardi saat pembukaan acara penguatan kelembagaan Baznas. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Wakil Wali (Wawali) Kota Malang Ir Sofyan Eddi Jarwoko menggelorakan semangat bersedekah dan berinfaq melalui Badan Amil Zakat (Baznas) kota Malang.

Ia optimis, dengan upaya ini rantai kemiskinan akan terputus. Baznas Kota Malang pun telah optimalkan pengelolaan 125 Juta per bulan dengan berbagai pemberdayaan.

Menurut Wawali Kota Malang, dengan semangat masyarakat menyisihkan hartanya di jalan Allah, mata rantai kemiskinan di kota Malang dapat segera terputus. Hal tersebut disampaikan dalam acara bertajuk ‘Penguatan Kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Malang’.

“Di Kota Malang sendiri sudah teridentifikasi berbagai kebutuhan untuk masyarakat miskin. Tiap daerah punya corak berbeda, hingga perlu pendekatan psikologi sosial untuk memberdayakan orang-orang kurang beruntung tersebut,” katanya  di hotel Savana Kota Malang,.

Lebih lanjut orang nomor dua di Pemerintahan Kota Malang ini mengatakan “Saya meyakini potensi Kota Malang dalam bersedekah dan berinfaq luar biasa. Maka perlu menggelorakan dan  sosialisasi kepada masyarakat tentang Baznas, agar lebih dikenal umat. Karena masih banyak yang perlu dikerjakan dan diberdayakan,” ungkapnya.

Ketua Baznas kota Malang, H Sapardi dalam kesempatan yang sama menambahkan, pihaknya sudah berupaya jemput bola, bergerak lebih cepat dalam menghimpun dana infaq dan zakat. Selanjutnya disalurkan dana yang sudah terhimpun tadi dalam program pemberdayaan ekonomi produktif.

“Saat ini Baznas Kota Malang fokus pengumpulan zakat, dengan membentuk garda terdepan dalam menghimpun dana dari umat. Yakni dengan melibatkan 125 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari 59 masjid, yang masing-masing masjid diwakili 2 orang,” tutur Sapardi.

Ketua Baznas Kota Malang juga menguraikan, tiap bulan telah rutin mengelolah infaq dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Malang dan ASN dilingkungan Kementrian Agama (Kemenag) Kota Malang sejumlah Rp 125 Juta. Kesemuanya sudah disalurkan ke 8 Asnaf, dimana golongan Asnaf dimasukkan ke program Baznas yang meliputi kemanusiaan, kesehatan, ekonomi, pendidikan dan dakwah.

Sapardi mencontohkan, “Ada mualaf yang diusir dari keluarga, yang kami beri modal 7,5 Juta membuka warung Gudeg Solo yang berkembang dan telah membuka cabang di Pakis.

“Kami juga telah mewujudkan 15 bedah rumah. Satu bulan kami targetkan 2 rumah. Bidang kesehatan, kami member bantuan untuk mantan guru honorer yang mengidap diabetes akut untuk oprasi amputasi,” paparnya.

Baznas Kota Malang juga memberdayakan Narapidana (Napi) penghuni LP wanita yang saat ini berjumlah 700 tahanan. Mereka dibekali pelatihan pijat refleksi dan potong rambu, serta memberikan uang transport ketika keluar dari rumah tahanan. Diharapkan para Napi ini kembali ke masyarakat tidak lagi menjadi beban. dah

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry