Nanik  Handayani,S.Kep.Ns.M.Kes – Dosen Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK)

BAYI baru lahir umumnya memiliki kondisi khusus yang perlu diperhatikan orang tua. Salah satunya adalah kondisi bayi kuning. Penyakit kuning atau jaundice umumnya menyerang bayi yang baru lahir minggu pertama setelah kelahiran.

Bayi yang berisiko terkena penyakit kuning antara lain bayi yang dilahirkan prematur (lahir sebelum 37 minggu), bayi yang dilahirkan dalam kondisi memar dan bayi yang kesulitan mengkonsumsi ASI.

 Mengapa Bisa Terjadi Bayi Kuning?

Kondisi ini terjadi karena bayi mengalami kelebihan kadar bilirubin (unsur kuning) pada darahnya. Bilirubin adalah zat kuning yang diproduksi saat sel darah merah dipecah. Dan umumnya bayi baru lahir mengolah sel darah merah menjadi bilirubin lebih tinggi.

Bilirubin masuk ke dalam aliran darah menuju ke hati. Organ hati mengolah bilirubin agar bisa dikeluarkan tubuh melalui tinja.

Karena organ hati pada bayi baru lahir belum sepenuhnya berfungsi layaknya orang dewasa, ketidakmampuan hati dalam menyingkirkan bilirubin secara maksimal dapat memicu tingginya kadar bilirubin dan menjadi penyebab bayi kuning.

Proses Terjadinya Bayi Kuning

Bayi telah memiliki bilirubin sejak dia berada dalam kandungan. Saat dalam kandungan mengeluarkan bilirubin melalui plasenta (ari-ari).

Setelah lahir bayi tidak bisa melakukannya karena organ hati bayi belum berkembang dengan sempurna Hal ini menghambat proses pembuangan bilirubin yang seharusnya dikeluarkan saat buang air kecil dan besar,maka terjadilah bayi kuning.

Gelaja

  1. Kulit dan mata yang menguning
  2. Warna urine lebih pekat
  3. Tinja bisa berwarna lebih pucat

Pencegahan Bayi Kuning

  1. Mencegah terjadinya kenaikan bilirubin dengan cara memberi asupan yg cukup (memberikan ASI sejak dini sesering mungkin)
  2. Dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi

Penanganan Tepat untuk Bayi Kuning

  1. Berikan ASI pada bayi sesering mungkin dan setiap saat
  2. Metode fototerapi dapat membantu mengatasi bayi kuning

Dampak

Sebagian besar bayi mengalami penyakit kuning ringan atau penyakit kuning fisiologis. Biasanya, kondisi ini akan membaik dalam waktu satu hingga dua minggu tanpa menimbulkan masalah. Seiring dengan pertumbuhan bayi dan perkembangan fungsi organ.Namun  harus diwaspadai kuning pada bayi harus ditangani dengan serius.

karena jika kadar bilirubin tetap tinggi dan tidak diobati, bisa menyebabkan kerusakan otak yang disebut kernicterus yaitu kondisi di mana kadar bilirubin dalam tubuh bayi sangat tinggi sehingga menumpuk di otak dan menimbulkan gangguan.

Kapan Bayi Kuning Harus Segera Diperiksakan ke Dokter?

Perlu diingat bayi yang mengalami kuning yang normal tidak menimbulkan gejala. Berikut hal-hal yang perlu diwaspadai jika bayi mengalami kuning.

  1. Tetap terlihat kuning setelah satu minggu dan warna kuningnya menyebar terus hingga ke lengan atau kaki.
  2. Tampak sakit dan lemas.
  3. Tidak mau minum.
  4. Rewel dan menangis terus.
  5. Kekuatan lengan dan tungkai menurun
  6. Demam dengan suhu 38 derajat C atau lebih.
  7. Kejang.
  8. Kesulitan bernapas dan terlihat biru.

Jika ditemukan  tanda-tanda tersebut pada bayi  yang kuning, maka  harus segera dibawa ke dokter untuk dicari penyebabnya dan segera ditangani dengan tepat. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry