Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko dalam keterangannya mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada, atas adanya modus penipuan tersebut.(mifta/duta.co)

NGAWI | duta.co – Penipuan melalui whatsapp nomor akun 082337314952 terjadi di Kabupaten Ngawi, mencatut nama Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, lengkap dengan foto profilnya. Modus pelaku memberikan iming-iming bantuan senilai Rp18 juta untuk musholah di Desa Sidorejo Kecamatan Kendal. Kamis, (18/3/2021)

Untuk memperdayai korbannya, pelaku penipuan juga mengirimkan bukti palsu struk transfer uang Rp18 juta tersebut ke nomor rekening korban melalui pesan whatsapp, agar korban mau mentransfer uang sejumlah Rp4 juta ke nomor rekening tertentu, dengan alasan jumlah transfernya kelebihan.

Mendapat kabar tersebut, Mas Antok sapaan Wakil Bupati Ngawi, segera melaporkannya ke pihak berwajib, serta menghimbau pada masyarakat agar waspada, dan berhati-hati, karena modus seperti itu juga bisa menyasar nama kepala desa, tokoh masyarakat atau pejabat Pemkab Ngawi lainnya, untuk digunakan sebagai sarana penipuan.

“Apa yang terjadi itu tidak benar, karena itu bukan nomor pribadi yang biasa saya gunakan. Untuk itu saya menghimbau pada masyarakat agar berhati-hati dan waspada, apabila menerima pesan whatsapp seperti itu segera lakukan klarifikasi terlebih dulu,” tutur Mas Antok melalui wawancanya. Jumat, (19/3/2021)

Terungkapya kejadian itu mendasar informasi dari Subari, warga Desa Sidorejo Kecamatan Kendal, sebagai pengurus salah satu musholah yang ada di desa setempat. Awalnya mendapat pesan singkat melalui whatsapp dari keponakannya di Solo, yang mengabarkan ada bantuan dari Pemkab Ngawi untuk musholahnya senilai Rp18 juta.

Selanjutnya, Subari mengijinkan ponakannya memberikan nomor whatsappnya pada pelaku penipuan. Pada saat pelaku penipuan meminta nomor rekening musholah, Subari memberikan nomor rekening pribadi atas permintaan pelaku karena musholah memang belum memiliki rekening.

“Pelaku itu mengaku sebagai Mas Antok, Wabup Ngawi, mengatakan lewat pesan whatsapp akan memberi bantuan untuk musholah, yang akan ditansfer oleh Bapak Sekda Ngawi sebesar Rp18 juta,” ungkap Subari via selulernya.

Beberapa saat kemudian lanjut Subari, pelaku mengirimkan foto struk transfer uang sejumlah Rp18 juta ke rekening milik Subari, lewat pesan whatsapp, pelaku mengatakan kalau uang yang ditransfer oleh Sekda itu kelebihan Rp4 juta, dan beruntung Subari belum mentransfer sejumlah uang yang diminta oleh pelaku penipuan tersebut.

“Iya, setelah itu Saya disuruh tansfer sejumlah uang ke rekening tertentu dengan alasan bantuan itu ada kelebihan Rp4 juta, alasannya uang kelebihan yang dimaksud pelaku itu akan digunakan untuk membantu yayasan anak yatim di Sragen,” beber Subari

Pada waktu yang bersamaan, Subari juga sempat melihat rekening miliknya melalui e-Banking masih kosong, belum ada transferan masuk seperti yang dikatakan pelaku penipuan, alasannya transferan uang sebanyak itu memelurkan waktu 3 – 24 jam.

“Saya berkoordinasi dengan seluruh pengurus musholah, dari salah satunya ada yang kenal dan mengetahui nomor seluler Bapak Wakil Bupati Ngawi, dari hasil percakapannya diketahui nomor akun whatsapp yang digunakan pelaku penipuan bukan nomor Bapak Wabup,” tutup Subari.mif

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry