Wasit Tidak Fair, Coach Budi Jo Protes Dua Pemain Persik Dikartu Merah

4813
RICUH : Pertandingan dihentikan karena protes atas kepemimpinan wasit Wasit Choirudin asal DI Yogyakarta (Nanang Priyo\duta.co)

KEDIRI|duta.co, Bermain dengan tempo tinggi di awal babak pertama, tim tamu Persik Kediri berhasil mencuri gol melalui tendangan keras Faris Aditama di luar kotak pinalti, menit ke-2. Selang 15 menit kemudian, giliran gawang Persik dijaga Syaiful Anwar dibobol Joko Prayitno menit ke-17.

Pertandingan sempat terhenti saat pertandingan menyisakan waktu 2 menit. Karena insiden, Wasit Wasit Choirudin asal DI Yogyakarta mengeluarkan tiga kartu merah, dua pemain Macan Putih dan satu untuk penjaga gawang Madura FC.

Bertanding di Stadion Ahmad Yani Sumenep pada Jumat sore, kedua tampil tampil ngotot dan beberapakali peluang emas tercipta dari kedua kubu. Namun berkat kecerdikan sang kapten Persik, membawa bola dari sisi kanan, bisa diselesaikan dengan sempurna merobek jala Laskar Joko Tole.

Kiper Madura FC Lakukan Provokasi Hingga Ricuh

RICUH : Pertandingan dihentikan karena protes atas kepemimpinan wasit Wasit Choirudin asal DI Yogyakarta (Nanang Priyo\duta.co)

Tim tuan rumah kemudian bangkit dan dari kemelut di depan gawang Persik, giliran tim tuan rumah membalasnya melalui Joko Suprayitno. Tanpa striker andalannya Septian Satria Bagaskara dikarenakan sakit, anak-anak Persik terlihat kesulitan dalam penyelesaian akhir, posisinya digantikan Sandrian.

Manager Persik Ajukan Banding Atas Kepemimpinan Wasit

RICUH : Pertandingan dihentikan karena protes atas kepemimpinan wasit Wasit Choirudin asal DI Yogyakarta (Nanang Priyo\duta.co)

Akhirnya saat terjadi perebutan bola terlihat antara pemain Madura, Hermawan berbenturan dengan Edo, pemain Persik. Diawali adu mulut kemudian memuncak saat wasit menjatuhkan dua kartu merah kepada pemain sayap Macan Putih. Terlihat kedua tim memprotes keputusan ini hingga akhirnya terjadi aksi pukul antara Sanjaya melawan kiper Madura, Usman.

Coach Persik Budiarjo Thalib memprotes keputusan ini, karena wasit dianggap tidak fair dan merugikan timnya. Pun demikian, official Madura melihat keputusan wasit telah tepat. 15 menit pertandingan diskors dan akhirnya bisa dilanjutkan. Babak kedua, terasa pincang karena Persik harus bermain dengan sembilan pemain. Sementara tim tuan rumah bermain dengan sepuluh pemain.

“Wasit jelas tidak fair dan saya akan meminta manajemen mengajukan banding atas pertandingan ini. Saya sudah merasa saat jadwal diajukan kemudian tidak jadi digelar siaran langsung. Bila ternyata tim kami ada dugaan senagaja akan dijegal,” ucap Coach Budi Jo terlihat emosi. Dengan raihan satu poin, Persik sementara masih bertahan di puncak klasemen Liga II Wilayah Timur. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.