Ace Hasan Syadzily (ist)

JAKARTA | duta.co – Kekuatan Partai Golkar dipastikan bukan hanya faktor Ketua Umum Setya Novanto. Golkar diklaim memiliki soliditas kader yang mengakar.

“Kekuatan Partai Golkar itu bukan hanya kekuatan Novanto. Kekuatan Golkar adalah kekuatan soliditas dan sistem partai yang berjalan dengan baik di bawah,” kata Wasekjen Partai Golkar Ace Hasan Syadzily di Jakata, Kamis (12/10/2017).

Ace mengakui, tingkat elektabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap Golkar sempat merosot setelah Novanto terjerat kasus korupsi KTP elektronik. Namun, Novanto sudah lepas dari status tersangka setelah memenangi gugatan praperadilan.

Kemenangan Novanto dinilai tak terlalu berdampak signifikan. Namun, Ace mengklaim, putusan praperadilan membuat elektabilitas Golkar kembali merangkak naik. “Setelah bebas kan belum ada survei baru. Kecuali kemarin ada yang menempatkan Golkar di posisi kedua dengan 12 persen,” ucapnya dikutip dari metronews.com.

Sebelumnya, lembaga sigi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memaparkan tingkat elektabilitas Parpol jelang Pemilu 2019. Dari hasil sigi SMRC, Golkar berada di peringkat kedua sesuai klaim Ace.

Elektabilitas Golkar berada di angka 11,4 persen, bersaing dengan Partai Gerindra di peringkat tiga dengan tingkat elektabilitas 10,2 persen. Sementara itu, PDI Perjuangan berada di peringkat pertama dengan tingkat elektabilitas 27,1 persen.

Hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada September lalu sempat menyatakan tingkat elektabilitas Golkar turun sebesar 3,2 persen dari tahun lalu. Tergerusnya elektabilitas Golkar terutama disebabkan persoalan hukum yang tengah menjerat elite-elite politik dan ketidakharmonisan di internal partai. hud

Tinggalkan Balasan