SURABAYA | duta.co – Hari ini, Senin (28/1/2019) warganet diserbu foto pose 2 jari keluarga besar Muslimat NU. Padahal, sebelumnya, Ketua Panitia Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke 73 tahun, di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Yenny Wahid menepis kekhawatiran acara ini disusupi agenda politik mendukung salah satu capres-cawapres.

Mbak Yenny juga menjelaskan, bahwa, acara tersebut adalah murni dari NU dan tidak akan disusupi agenda kampanye. “Ini acara murni. Acara ormas, acara doa bersama, jadi tidak ada atribut kampanye, enggak ada sama sekali. Murni ini acara ormas,” demikian Mbak Yenny usai memberikan santunan kepada 1.000 anak Yatim di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, sebagaimana dikutip merdeka.com.

Tetapi, entah mengapa, tiba-tiba viral foto keluarga besar Muslimat NU dengan pose 2 jari. Dan dalam keterangannya, foto-foto tersebut masih dalam acara Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke 73 tahun di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

“Hampir semua grup WA kemasukan foto ini. Ini pertanda Muslimat NU merdeka. Karena tidak ada yang mempengaruhi, mereka melakukan dengan kesadaran,” jelas salah seorang warganet, Senin (28/1/2019).

Padahal, awalnya, justru muncul kekhawatiran Harlah Muslimat NU menjadi ajang pengalihan dukungan. “Saya ditanya wartawan, bagaimana pendapat Anda kalau Harlah Muslimat NU di GBK akan mengubah persepsi tentang dukungan emak-emak ke Sandiaga Uno?,” demikian Hendro T Subiyantroro, Ketua Bidang Penggalangan dan Relawan BPP Prabowo Sandi Jawa Timur, juga mantan Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur ini.

Menurut Hendro, tidak bisa serta merta begitu. Muslimat NU itu Banom NU yang terikat dengan Khittah NU sebagai organisasi keagamaan, sehingga tidak bisa berpolitik praktis.

“Dalam tubuh muslimat NU juga banyak emak emak pendukung cawapres Sandiaga Uno. Tetapi mereka sadar, tidak akan menggadaikan organisasi untuk kepentingan politik praktis,” jelas Hendro kepada duta.co.

Ditanya soal viralnya pose 2 jari muslimat NU, Hendro justru menilai sebagai bentuk kebebasan memilih.

“Itu bagian dari kemerdekaan memilih. Emak-emak Muslimat NU dengan kesadaran sendiri berani angkat dua jari, ini luar biasa. Padahal, sebelumnya ada laporan yang berangkat ke Jakarta  notabene pendukung nomor tertentu. Nyatanya, ibu-ibu Muslimat NU sangat ‘merdeka’,” jelasnya. (sal,mdc)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.