N saat melapor ke SPKT Polsek Tanggulangin, Rabu (28/1/26). (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Kehilangan sebuah tas berisi uang jutaan rupiah dialami seorang warga Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Korban berharap siapa pun yang menemukan tas tersebut memiliki kejujuran untuk mengembalikannya ke Polsek Tanggulangin.

Peristiwa itu dialami N (54), warga Randegan, Tanggulangin, pada Selasa (27/1/26) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, N sepulang mengaji baru saja membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Wates, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin.

Usai mengisi BBM di SPBU Pertamina No. 54.612.29, N melanjutkan perjalanan pulang dari menuju Desa Patuk. Namun, setibanya di rumah, ia baru menyadari tas plastik putih yang dibawanya telah hilang.

Tas plastik tersebut diketahui berisi sebuah jaket, sarung tas menyerupai dompet, uang tunai sekitar Rp9 juta, serta beberapa nota pembelian obat-obatan pertanian dan kebutuhan lainnya.

Sreenshoot rekaman cctv.

Menyadari hal itu, N bersama istrinya langsung berupaya mencari tas tersebut dengan menyusuri kembali rute perjalanan yang telah dilalui pada malam hari. Namun hingga larut malam, tas tersebut belum juga ditemukan.

Keesokan harinya, Rabu (28/1/26) sekitar pukul 10.00 WIB, N bersama salah satu saudaranya, LH, kembali mendatangi SPBU Wates. Mereka meminta bantuan pengawas SPBU untuk mengecek rekaman kamera pengawas (CCTV), guna memastikan apakah tas tersebut jatuh di area SPBU atau setelah meninggalkan lokasi pengisian BBM.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pengawas SPBU Pertamina No. 54.612.29 atas nama Pak Toyo yang telah membantu mengecek rekaman CCTV, bahkan memberikan rekaman kepada saya dan adik saya,” ujar N.

Dari hasil pengecekan rekaman CCTV, diketahui bahwa tas plastik putih tersebut jatuh sesaat setelah N meninggalkan area SPBU. Hal tersebut juga dibenarkan oleh LH, adik korban, yang turut mendampingi saat proses pengecekan rekaman CCTV dilakukan.

Pengawas SPBU saat membantu cek CCTV.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, N bersama LH kemudian mendatangi Polsek Tanggulangin guna melaporkan peristiwa kehilangan tersebut. Di Polsek Tanggulangin, N dilayani petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), yakni Aiptu Anang dan Aipda Rully F.

Kepada korban, petugas SPKT menanyakan secara rinci ciri-ciri tas beserta isi di dalamnya. Petugas juga menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kehilangan, bukan tindak pidana pencurian.

“Ini bukan pencurian, melainkan kehilangan,” ujar petugas SPKT saat memberikan penjelasan.

N berharap, apabila ada warga yang menemukan tas plastik putih beserta isinya, dapat berkenan mengembalikannya melalui Polsek Tanggulangin. Ia menegaskan bahwa uang tersebut merupakan hasil penjualan yang rencananya akan digunakan untuk keperluan setoran pembayaran kepada sang Bos.

Sementara itu, LH, selaku adik korban, turut menyampaikan apresiasi kepada petugas SPKT Polsek Tanggulangin atas pelayanan yang diberikan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak SPBU, khususnya pengawas yang telah membantu pengecekan rekaman CCTV.

“Terima kasih kepada petugas SPKT Polsek Tanggulangin yang sudah menerbitkan surat kehilangan untuk saudara saya. Ini semata-mata untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas LH. (loe)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry