SURABAYA | duta.co – Warga Perumahan Puri Mas Cluster Legian Paradiss menuntut fasilitas umum (Fasum) kepada pengembang. Sejak perumahan mewah ini berdiri sekitar enam tahun lalu, hingga saat ini pengembang PT Mahkota Berlian Cemerlang (MBC) belum membangun fasum.

Ketua RT 10 Cluster Legian Paradise Puri Mas, Heru mengakj telah beberapa kali meminta  kepada pengembang untuk menepati janjinya membangun fasum untuk cluster Legian. “Sudah seringkali kami meminta fasum untuk dibangun oleh pengembang Puri Mas. Namun, hingga sekarang, selama kami tinggal di cluster Legian ini belum juga dibangun oleh pengembang,” papar Heru saat dihubungi lewat telepon selullernya, Kamis (15/8/2019).

Heru menegaskan, tidak adanya fasum membuat anak-anak warga perumaha tidak memiliki tempat untuk bermain. “Ada suatu kejadian anak-anak kami bermain di luar area cluster dan hampir tertabrak kendaraan,” tuturnya.

Oleh karenanya, para warga Culster Legian secara bersama-sama dan sepakat untuk menuntut pihak pengembang untuk segera membangun fasum untuk tempat bermain anak-anak. Selain itu, fasum itu bisa  dipakai untuk kegiatan warga disini.

Heru menambahkan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 2010 tentang Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas pada kawasan Industri, Perdagangan, Perumahan dan Pemukiman. Pada BAB III pasal 5 ayat b diterangkan, sarana itu antara lain sarana perniagaan/perbelanjaan.

Selain itu,  sarana pelayanan umum dan pemerintahan, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana peribadatan, sarana rekreasi dan olahraga, sarana pemakaman/tempat pemakaman, sarana pertamanan dan ruang terbuka hijau, dan Area Parkir.

“Kita warga cluster Legian sudah menunggu selama 6 tahun lamanya. Namun pihak pengembang yakni PT Mahkota Berlian Cemerlang (MBC), pengembang Perumahan Puri Mas ini selalu menunda-nunda pelaksanaan pemberian fasum itu,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang sekuriti Cluster Legian Paradise Ardi mengatakan, sejak  bekerja sebagai sekuriti Cluster Legian Perumahan Puri Mas belum ada fasum “Saya sudah lima tahun bekerja disini. Ya, sejak saya kerja disini belum ada fasum. Itu saja masih dalam bentuk lahan kosong,” kata Adrian.

Pernah ada kejadian ada anak-anak dari warga sini bermain diluar, dan hampir ketabrak kendaraan. “Ya memang saya tahi sendiri ada kejadian anak bermain diluar area cluster hampir tertabrak kendaraan,” urainya. azi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.