JAKARTA | duta.co – Ini bukti banyak warga Nahdlatul Ulama (NU) yang juga warga PKB dan PPP mendukung capres -cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Hasil survei Indikator menunjukkan 27 persen konstituen PKB dan 43,2 persen warga PPP mengalihkan suara (split ticket voting) ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PKB dan PPP sendiri mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.
Melihat fakta itu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan suara-suara itu segera tersapu bersih.
“Segera saya sapu dalam waktu cepat. Insyaallah nggak lama itu,” kata Imin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/1/2019).
Menurut Imin, suara yang beralih ke Prabowo-Sandiaga itu berasal dari sejumlah masjid ‘pro-Prabowo’. Ia menyebut sudah memetakan masjid-masjid yang diduga menyebabkan konstituennya mengalihkan suara ke Prabowo.
“Ya, mungkin itu di masjid-masjid pro-Prabowo itu,” ujarnya.
“(Sudah dipetakan), itu ada di DKI, Banten, sebagian Sumatera,” lanjut Imin.
Selain itu, ia menilai ada pengaruh media sosial. Namun Imin tak percaya pada angka 27 persen yang dirilis survei Indikator. “Tapi saya nggak percaya sebesar itu. Itu Indikator memotivasi saya untuk kerja keras saja,” sebutnya.
Dia menduga pengalihan suara di PKB tak sampai 20 persen. Imin menegaskan akan mencopot pengurus yang terdeteksi ada di pusaran suara beralih itu. “Kalau pengurus iya (dicopot),” kata Imin.
Lembaga survei Indikator merilis survei terkait pemilih dari parpol yang memberikan suara kepada pasangan calon yang bukan diusung partainya (split ticket voting). Hasilnya, pemilih PPP, Berkarya, dan Partai Demokrat (PD) paling banyak yang menjadi split voters.
Survei dilakukan pada 16-26 Desember 2018 terhadap 1.220 responden. Populasinya seluruh warga yang memiliki hak pilih. Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Indikator awalnya menggunakan simulasi surat suara untuk melihat pilihan masyarakat terhadap partai politik. Responden diberi pertanyaan ‘Jika pemilihan anggota DPR diadakan sekarang ini, partai atau calon partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih?’. Hasilnya, PDIP meraih suara tertinggi.
“Ada 16 partai yang kami tanyakan dalam berbagai jenis pertanyaan. Kami menerapkan cara bertanya dengan simulasi surat suara dan mereka diminta mencoblos tanpa sepengetahuan pewawancara,” kata peneliti senior Indikator Rizka Halida di kantornya, Jalan Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).
“PDIP paling tinggi, 21,6 persen responden kami mendukung PDIP. Kemudian Gerindra 12,2 persen, Golkar 10,7 persen, PKB 9,3 persen, Demokrat 6,3 persen, NasDem 5,3 persen, PKS 4,2 persen, PPP 4 persen, Perindo 3,4 persen, dan PAN 2,7 persen. Partai lain masih di bawah 2 persen. Ada juga warga yang belum menyatakan pilihannya secara terbuka 16,5 persen,” imbuh Rizka.
Dari total responden, ada 56,2 persen total suara yang diperoleh partai Koalisi Indonesia Kerja, 26,2 persen suara yang diperoleh partai Koalisi Indonesia Adil Makmur, 1,2 persen nonkoalisi, dan 16,5 persen tidak mengindikasikan dukungan kepada salah satu partai.
Berikut ini persentase konstituen partai Koalisi Indonesia Kerja yang memilih Prabowo-Sandi:
PDIP: 6,0 persen
Partai Golkar: 31,2 persen
PKB: 27,0 persen
Partai NasDem: 27,8 persen
PPP: 43,2 persen
Partai Hanura: 39,6 persen
Partai Perindo: 27,9 persen
PSI: 8,1 persen
PKPI: 0,0 persen
Berikut ini persentase konstituen partai Koalisi Indonesia Adil Makmur yang memilih Jokowi-Ma’ruf:
Partai Gerindra: 14,1 persen
PKS: 21,1 persen
PAN: 26,0 persen
Partai Demokrat: 40,5 persen
Partai Berkarya: 42,1 persen

 

(det/wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.