SURABAYA I duta.co – Puluhan tahun warga di empat RT di Kelurahan Perak Utara Kecamatan Pabean Cantikan tidak teraliri air bersih. Mereka hanya bisa mengandalkan air sumur untuk mandi dan mencuci. Sementara untuk air minum harus merogoh kocek 20 ribu perhari.

Ketua Induk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tirta Kalimas Baru 2 Narwiyah menceritakan, selama ini warga hanya ditekan untuk membayar kewajiban, namun warga tidak pernah diberikan haknya yang semestinya seperti warga Surabaya pada umumnya.

“Kami selama ini hanya dituntut kewajiaban saja. Kami sudah mebayar pajak kewajiban kami seperti warga Surabaya lainnya. Tapi selama ini kami belum mendapat hak kami warga Surabaya,” terangnya, Rabu (16/9).

Bahkan, puluhan tahun mengajukan sambungan air bersih dari PDAM Surya Sembada Kota Surabaya tak kunjung terealisasi. Namun, pada tahun 2019 masyarakat Perak Utara ini mendapat soluli.

“Alhamdhulillah saat pak Mujiaman jadi Dirut PDAM ada solusi dengan diberikan master meter. Sehingga kami warga mendapatkan air bersih,” ungkap Narwiyah.

Narwiyah mengatakan, saat ini debit air di wilayah Perak kecil. Dengan dipasang 2 master meter setidaknya ada 224 sambugan rumah (SR) di empat RT. “Kami percaya bahwa kedepan ada perkembangan, insyaallah. Master meter ini dikelola oleh warga,” katanya.

Narwiyah berharap di Perak Utara ini ada perbaikan dan kehidupan yang layak seperti masyarakat Surabaya pada umumnya. “Kami berharap Pak Machfud dan Pak Mujiaman ini dapat memperjuangkan dan dapat memenuhi hak kami sebagai warga Surabaya,” tambahnya.

Yuyun perwakilan RT-12/ RW-9 menyampaikan banyak terimakasih kepada Mujiaman yang telah memberikan air bersih kepada warga. “40 tahun kami tidak mendapatkan air bersih. Setelah ada pak Mujiaman kami bisa mendapatkan air bersih,” katanya.

Yuyun menceritakan, selama 40 tahun ini warga hanya mengandalkan air sumur untuk kebutuhan air warga. “Untuk air minum kita beli setiap hari 30ribu/hari. Berkat master meter ini sekarang kami hanya 50 ribu/bulan,” terangnya

Ketua RT 13 RW 9 Kelurahan Perak Utara Prayitno mengaku Mujiaman memiliki jasa sangat besar bagi warga kampungnya. Terutama dalam hal penyediaan air bersih dengan program master meter.

“Kami warga Perak Utara 99 persen akan memenangkan pak Machfud dan pak Mujiaman,” ujarnya.

Dukungan ini, kata Prayitno, diberikan karena keberhasilan Mujiaman saat menjadi Dirut PDAM Kota Surabaya. Dimana memiliki terobosan yang inovatif serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

Sementara itu, bakal calon wakil wali kota Mujiaman Sukirno bercerita, master meter sebagai terobosan karena bunyi Perda Surabaya melarang PDAM memasang jaringan pipa di area Perak Utara. Tapi karena air adalah kebutuhan dasar dan menjadi hak rakyat, Mujiaman akhirnya mencarikan solusi.

“Saya berpikir keras bagaimana tidak melanggar aturan, tapi warga bisa menikmati air, kita pasanglah master meter ini,” ujarnya saat menyapa warga Perak Utara kemarin.

Mantan Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya ini menjelaskan, master meter dibangun atas swadaya masyarakat. Termasuk PDAM juga memberikan fasilitas dengan mengumpulkan para pengusaha dan USAID untuk melakukan pembinaan.

“Ibu-ibu disini diajari menghitung, dan memberi harga, KSM ini sudah makmur, sudah bisa rekreasi. Sebelumnya mereka bisa habis Rp 600 ribu sebulan untuk air, sekarang cukup dengan Rp 30 ribu saja,” terangnya.

Mujiaman berjanji saat menjadi wakil wali kota mendampingi Machfud Arifin akan fokus kepada kepentingan masyarakat. Sebab, sebagai wakil tentu memiliki akses ke seluruh aspek kehidupan masyarakat, bukan hanya akses di air bersih.

“Masyarakat itu butuh tidur nyenyak, makan dan minum yang cukup, dan bisa rekreasi, kita harus cari terobosan sepanjang ngak melanggar undang-undang. Master meter ini inovasi setelah mendengar orang Surabaya 40 tahun ngak bisa akses air bersih. Sekarang sekitar 10 ribu jiwa yang akses master meter ini,” tandasanya. (azi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry