Warga Lereng Kelud Terancam Kekeringan Dampak Galian C Milik Dinasti Kediri

2270
KERING : Galian C di lokasi perkebunan Mangli Puncu (Nanang Priyo/duta.co)

KEDIRI|duta.co, Hampir setahun ini usaha galian C dikabarkan milik salah satu pengambil keputusan di Pemerintah Kabupaten Kediri, melakukan penggalian batu, berada di lahan Perkebungan Mangli. Terlihat satu unit alat berat dan sejumlah truk terlihat menaikkan muatan. Efeknya, warga setempat mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Sejumlah orang terlihat bertugas mencatat dan memberikan aba-aba saat truk keluar atau masuk di lokasi galian berada di dua titik. Dari keterangan sejumlah warga, usaha ini telah berjalan lama dan sempat berhenti beberapa hari namun kembali beroperasi.

Meski tidak berani menyebutkan nama, pengakuan sejumlah warga mengarah kepada sejumlah nama pejabat. “Yang jelas punya dinasti, saya tidak berani menyebutkan namanya. Kami jadi kesulitan dapatkan air bersih, jika pun ada airnya berwarna cokelat. Padahal meski kemarau panjang pun, kebutuhan air bersih melimpah,” jelas warga Mangli, minta identitasnya dirahasiakan.

Kondisi jalan berdebu dan aspal menjadi penuh lubang, dikarenakan truk bermuatan lebih yang hilir masuk mulai pagi. “Debunya kemana-mana, pembeli saya jadi sepi,” ungkap salah satu pedagang makanan, berjualan di tepi jalan tidak jauh dari Mapolsek Puncu.

Ijin Diajukan Pengelolaan Sampah

KERING : Galian C di lokasi perkebunan Mangli Puncu (Nanang Priyo/duta.co)

Danramil Puncu Kapten Inf. Sutrisno saat dikonfirmasi atas keluhan warga ini menyatakan terima kasih dan akan menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak terkait. “Sepengetahuan kami, warga tidak ada masalah dan telah diberikan kompensasi oleh pihak penggelola sampah,” ungkapnya.

Kenapa sampah? Karena berdasarkan surat ijin yang diajukan menerangkan terkait untuk lokasi penggelolaan sampah. Hal ini diketahui pihak perkebunan dan instansi terkait. “Silahkan konfirmasi ke pemkab atau ibu camat, yang berhak memberikan penjelasan,” jelasnya. (nng)