HEMAT : Supini menggoreng telor menggunakan kompor yang tersambung gas bumi di hadapan Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, PGN dan Kementerian ESDM. DUTA/faisol

PROBOLINGGO | duta.co  – Selasa (5/3) warga Kota Probolinggo, resmi menikmati gas bumi dalam menjalankan aktivitas kehidupannya sehari-hari.

Salah satunya Supini. Wanita paruh baya yang tinggal di Kelurahan Mangunharjo ini mulai memasak menggunakan gas bumi. Dia memasak untuk keluarganya, nasi, telur dan tahu.  Menurutnya, ada penghematan setelah memakai gas bumi ini.

“Tiap bulan saya menghabiskan dua tabung gas, seharga Rp 30 ribu. Sejak menggunakan gas bumi saya cukup mengeluarkan uang Rp 25 ribu, hemat lima ribu.

Kelebihannya gas bumi ini tersedia 24 jam. Jadi kami tidak khawatir jika kehabisan gas, langsung dipakai saja, langsung dinyalakan saja kompornya,” ucapnya sambil tertawa.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengapresiasi manfaat gas bumi masyarakat. “Kami sudah mengajukan penambahan sambungan baru sebanyak 10.000 sambungan.

Semoga ini disetujui. Masyarakat yang sudah menikmatinya merasa berterima kasih. Bahkan ada penghematan pengeluaran bagi penggunanya,” jelasnya.

Di waktu bersamaan, Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar bersama pihak Kementerian ESDM dan PGN meresmikan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) di Kelurahan Mangunharjo.

Sebanyak 5.088 sambungan rumah (SR) dibangun Pemerintah dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018.

Jargas Probolinggo dibangun di 4 kelurahan yaitu Kelurahan Wiroborang, Jati, Mangunharjo serta Mayangan.

Pasokan gasnya berasal dari PT. Husky CNOOC Madura Limited (HCML) dengan jumlah volume alokasi gas sebesar 0,2 mmscfd dimana pengaliran gas oleh HCML diperintahkan oleh SKK Migas.

“Pemerintah mengutamakan alokasi jargas untuk masyarakat dalam menyediakan bahan bakar untuk rumah tangga dan usaha kecil di mana alokasi gas domestik pada 2018 mencapai 61%,” ujar Sukandar dalam sambutannya.

Sebagai langkah pendorong dan memasyarakatkan pemanfaatan gas bumi untuk sektor rumah tangga, lanjut Sukandar, Pemerintah juga mendukung konversi dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui pipa.

Pemanfaatan gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga, mendatangkan manfaat ekonomi cukup besar yaitu hingga Rp 90.000 per bulan.

Keuntungan lain menggunakan gas bumi adalah mengurangi emisi gas buang yang akan membuat penurunan tingkat pencemaran lingkungan secara signifikan.

Gas bumi juga aman karena  karena tekanan jargas lebih rendah dari tekanan LPG. Artinya, apabila ada kebocoran, gas langsung naik ke atas ke udara bebas.

“Pakai gas bumi juga tidak repot karena tersedia 24 jam. Ibu-ibu  tidak perlu takut kehabisan bahan bakar jika sedang memasak,” ujar Sukandar.

Lantaran jargas dibangun dengan dana APBN, Pemerintah mengharapkan agar Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Probolinggo ikut mengamankan serta memelihara infrastruktur  jargas ini.

Dengan menggunakan dana APBN, hingga akhir tahun 2018 telah dilaksanakan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 325.773 SR di 16 Provinsi, 40 Kabupaten/Kota. Sementara untuk tahun 2019, rencananya jargas akan dibangun 78.216 SR di 18 lokasi. afa

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.