MOJOSARi : Puluhan warga desa menggelar aksi di Halaman Kantor Desa Mojosari Kec, Kras (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co –Dengan membawa spanduk dan sejumlah kertas dengan beragam tulisan, puluhan warga Desa Mojosari Kecamatan Kras mendatangi kantor desa melakukan aksi demontrasi. Puluhan anggota dari Polres Kediri, Polsek Kras dan Koramil Kras melakukan pengamanan ketat selama aksi digelar Senin (18/03/2018).

Dalam orasi disampaikan secara bergantian Suyanto, Wahyu dan beberapa warga setempat, meminta agar Kepala Desa Mojosari, Ali Mustofa untuk tidak memberikan rekomendasi dan melantik Heppy Cahyaning Windo sebagai sekretaris desa.

“Saya menduga ada indikasi rekayasa ujian perangkat desa, dilakukan sejumlah oknum dan melibatkan anggota DPRD Kabupaten Kediri. Saya minta kepada yang bersangkutan agar tidak dilantik, bila tidak ingin kepala desa kami PTUN-kan. Apalagi dia bukan penduduk asli dan tentu saja tidak kenal dengan kami,” jelas Suyanto.

Bahkan saat digelar pertemuan tertutup di dalam kantor desa, Suyanto mengaku siap melakukan sumpah poncong, bahwa semua ini hanya rekayasa. “Saya siap disumpang pocong, meski ini tidak ada dalam hukum. Tinggal pilih, saya atau pak kades yang akan mati disamber bledek,” tegasnya.

Meski sempat dilakukan mediasi, dihadiri Kapolsek Kras AKP Ridwan Sahara dan Danramil Kras, Kapten Inf. Supriyadi, beberapa perwakilan warga dan Aliansi  Ormas dan LSM se-Kediri Raya (Aloka), dibuat surat pernyataan meminta pelantikan perangkat desa ditunda. Ditemui usai pertemuan, Kades Mojosari berjanji akan menyampaikan hasil pertemuan ini kepada Camat Kras, Suherman.

“Memang disiinyalir bukan warga kami, namun kalau sesuai aturan dalam Perbup dan Perdes, bagi calon perangkat cukup melampirkan foto copy KTP atau keterangan domisili atau salah satunya. Bahwa pelaksaan ujian kemarin, saya jamin berlangsung secara fair dan kami tidak turut serta di dalamnya,” jelas Ali Mustofa.

Aksi dimulai pukul 09.00 wib ini, akhirnya berakhir dengan damain usai dilakukan pertemuan tertutup. Namun, bila kemudian kades atau camat Kras berani memberikan rekomendasi ataupun melantik Heppy, warga berjanji akan menggelar aksi ke kantor kecamatan dan gedung Pemkab Kediri. “Cari saja siapa anggota dewan dibalik rekayasa ini,” jelas Muryoto, salah satu koordinator lapangan. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.