Warga Desa Ambal-Ambil memblokir jalan yang menuju areal tambang, Minggu (15/9/2019) pagi. (DUTA/abdul aziz)

PASURUAN | duta.co – Puluhan pemuda bersama warga Desa Ambal-Ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, ramai-ramai memblokir jalan di desa setempat.

Mereka bergejolak, lantaran diresahkan dengan adanya aktivitas ratusan truk pengangkut pasir dan batu (sirtu) dari tambang sekitar yang tiap hari berlalu lalang di wilayah desa setempat.

Akibat banyak truk yang lewat, jalan yang menjadi akses ekonomi warga sekitar rusak berat. Bahkan akibat banyaknya akivitas truk pengangkut material sirtu tambang ini, sejumlah anak-anak Tempat Pendidikan Qur’an (TPQ) dan madrasah setempat, nyaris menjadi korban kecelakaan akibat pengendara truk yang ugal-ugalan saat di jalanan desa.

Keresahan warga ditambah dengan meningkatnya volume truk yang bertonase berat hingga membuat jalan Kabupaten Pasuruan bergelombang dan berlubang.

“Warga lakukan blokir jalan ini, lantaran kami tak kuat lagi dengan banyaknya truk yang banyak melewati jalan ini,” papar Abdul Rohman, tokoh pemuda Desa Ambal-Ambil, saat di lokasi, Minggu (15/9), siang.

Dengan banyaknya truk membuat jalan disepanjang desa amburadul, meski pihak tambang pernah mengurug jalan yang rusak itu, dengan urugan sirtu. Tapi tidak membuat jalan tersebut baik, justru bertambah hancur.”Karena tak ada itikad baik untuk memperbaiki jalan ini, warga sepakat menutup jalan bagi truk pengangkut sirtu dari tambang,” urainya.

Warga yang sengaja menutup akses menuju ke areal tambang, karena keberadaan truk pengangkut sirtu juga berdampak buruk bagi kelestarian alam dan lingkungan setempat.”Karena warga bersama pemuda menuntut agar tambang tersebut segera dihentikan atau ditutup, apalagi adanya tambang tak untungkan warga,” ungkapnya.

Alasan warga menolak aktifitas tambang, karena selain mengganggu lingkungan, mulai dari polusi hingga suara truk yang tak kenal siang maupun malam tetap saja truk-truk beroperasi.

Bahkan, warga mengancam akan menutup kegiatan penambangan, kalau pihak perusahaan tambang yang dugaan tak berizin tetap ngotot beroperasi.

Aksi blokade jalan tersebut tetap akan digelar hingga pihak perusahaan tambang berjanji akan memperbaiki. Apalagi beberapa warga yang berjualan tepat dipinggir jalan, dagangannya banyak terkena debu dari jalan yang dilalui truk bermuatan.”Kami inginkan agar tambang segera ditutup dan tidak ada lagi kegiatan,” imbuh Rohman.

Terkait aksi warga ini, perwakilan dari perusahaan tambang, Ahmad, sempat bernegosiasi dengan perwakilan warga. Sayangnya kedatangannya tak mampu memutuskan tuntutan warga.”Tuntutan warga akan kami sampaikan kepada pemilik tambang. Saya juga tidak tahu apa-apa dan wewenang didalam usaha penambangan itu,” beber dia.

Dengan adanya blokade jalan tersebut, terpaksa truk-truk yang harus melewati jalan yang padat penduduk di Desa Ambal-Ambil, akhirnya harus berputar ke desa lain yakni Desa Kademungan, Kecamatan Kejayan, yang jauhnya mencapai 8 kilometer. Lantaran saat aksi digelar hari Minggu, tak ada satupun truk yang beraktivitas menuju tambang. (dul)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry