Gubernur Khofifah saat melihat tanaman porang di desa Bendo Asri Nganjuk. (FT/IST)

NGANJUK | duta.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjadi Gubernur Jawa Timur pertama yang mengunjungi Desa Bendo Asri Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Desa yang terdapat di tengah hutan itu diakui jarang dikunjungi pejabat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Bedo Asri, Dudung Kuswanto saat menyambut kedatangan kunjungan Khofifah pada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Desa Bendo Asri

“Kalau Gubernur, baru Bu Khofifah yang berkunjung ke sini, dulu sempat Dahlan Iskan saat pak Dahlan menjadi Menteri,” ungkap Dudung pada awak media, Minggu,(10/3)

Dudung menceritakan pernah mengundang wakil Gubernur Jawa Timur yang masih dijabat oleh Gus Ipul, namun sampai akhir masa jabatannya tak pernah datang ataupun memberi jawaban.

“Gus Ipul belum pernah sampai. Saya sudah pernah ngejob (mengundang) Gus Ipul untuk ke sini tapi gak pernah datang kesini. Gak ada jawaban,” ungkapnya

Desa Bendo Asri menjadi desa penghasil Tanaman Porang. Desa ini terdapat di 15 kilometer di tengah hutan. Untuk mencapainya, harus melewati jalan rusak yang sempit. Bahkan jika bersimpangan, salah satu mobil harus berhenti.

Pada kesempatan itu, Dudung bersama LMDH desa Bendo Asri meminta bantuan mesin oven untuk mengeringkan porang. Karena dengan mesin ini nilai jual porang bisa naik.

“Kalau basah harganya sekitar 6-10ribu. Tapi kalau kering bisa 50 ribu perkilogram. Kalau dijemur butuh waktu lama,” ungkapnya.

Sejauh ini, tambah Dudung, saat ini masyarakat yang tergabung dalam LMDH ini sangat membutuhkan perbaikan akses, selain itu ia juga membutuhkan adanya pendamping yang stay untuk meningkatkan prosuksi porang.

“Saya enam tahun jadi kades. Saya rasa butuh pendampingan. Soalnya kita berupaya mungkin meningkatkan produksi (porang). Tapi kalau tidak ada trainernya ya kita kebingungan,” terang dudung.

Ia menceritakan, pada mulanya tanaman porang ini tumbuh liar. Setelah tahu kalau Porang ini dapat menghasilkan barulah kemudian tanaman ini di budidayakan.

“Awalnya tanaman liar, awal dapat velue yang lumayan, baru kemudian di budidayakan sekitaran rumah, kemudian di budidayakan banyak begini, ya hampir rata-rata setiap warga mengelola satu hektar,” ungkap Dudung.

Diketahui, Desa Bendo Asri merupakan Desa penghasil tanaman Porang terbaik yang pasarannya sampai ke Negeri Jepang, inilah yang membuat Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa berkunjung mengunjungi masyarakat Desa Hutan di Desa Bendo Asri Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Hadirnya Khofifah kali ini juga ditemani oleh kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Dewi J Putriatni.(zal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.