SEMARANG | duta.co – Walikota Semarang, H Hendrar Prihadi mewanti-wanti agar generasi penerus tidak melupakan Alquran. Pertama, Alquran adalah kitab suci, sebuah mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw. Kedua, membaca, menghafalkan dan memahami apa yang terkandung adalah urgen untuk kehidupan ini.

Demikian disampaikan H Hendrar Prihadi saat menghadiri acara Khatmil Qur’an di PPRQ Kauman Semarang Sabtu, (13/01) kemarin.

“Melafalkan dan memahami isi Alquran benar-benar menjadi sebuah kebutuhan untuk generasi muda. Sehingga kalau kemudian Pondok Pesantren Raudlatul Qur’an hari ini mewisuda santri-santriwati yang sudah khatam Alquran, kami, dari Pemerintah Kota Semarang memberikan apresiasi setinggi-tingginya,” kata Walikota Semarang mengawali sambutannya.

“Kenapa demikian? Pasti, dengan memahami Alquran, rasa iman dan taqwa kepada Allah SWT akan semakin meningkat,” imbuhnya.

Selain itu Hendrar Prihadi juga mengingatkan tentang tantangan orang tua saat ini, “Yang kedua, perlu disadari bahwa tantangan sebagai orang tua untuk membesarkan anak-anak semakin berat. Diluaran sana, ada yang namanya narkoba, ada yang mengukuhkan eksistensi dengan tawuran di jalanan, dan ada yang kemudian ikut pergaulan bebas,” jelasnya.

“Kalau tidak dibekali dengan akhlak yang kuat, maka akan terjerumus dengan masalah seperti itu. Selain itu, kami juga mengingatkan bahwa efek dari pemilihan gubernur yang ada di Jakarta. Sampai hari ini, masih ada berita-berita hoax yang mengandung unsur sara,” ungkap Walikota yang juga mantan ketua DPD KNPI Jawa Tengah.

Hendrar Prihadi juga menyampaikan pentingnya belajar dan memahami isi Alquran agar tidak mudah terpengaruh dengan isu politik yang mengangkat sentimen agama sehingga mengganggu kebhinekaan yang ada.

“Pemahaman Alquran yang sepotong-potong dipakai untuk mengadu domba antara umat muslim dengan umat non muslim. Sehingga, kalau anak didik dan generasi kita hari ini mampu melakukan pemahaman dengan baik, insya Allah godaan-godaan seperti di luar, yang menggangu eksistensi bangsa Indonesia ini dapat ditindak,” jelasnya.

Lebih lanjut, politisi PDIP ini juga mengungkapkan terima kasih dan merasa terkesan dengan acara yang digelar oleh keluarga besar PPRQ yang melibatkan seluruh tokoh masyarakat yang ada di Kauman.

“Kami mengucapkan terima kasih pada semua yang telah hadir di sini, acaranya memang berkualitas dan berkuantitas. Dari ujung sana hingga di sini banyak orang yang selalu mengajarkan kebaikan dan keberkahan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa dengan panggilan Mas Hendi ini juga mengingatkan tentang momen politik yang akan digelar di Jawa Tengah.

“Kalau pun ada agenda politik di Kota Semarang, insya Allah, Semarang tetap akan menjadi kota yang baik dan lebih baik,” katanya dengan optimis.

“Titip pesan, tadi saya dipeseni oleh Pak Ali Mufidz. ‘Pantau pemilihan gubernur’. Calonnya siapa? Calonnya ada dua; Mas Ganjar dan Pak Sudirman Said. Sopo sing dicoblos? Terserah bapak, ibu sekalian. Tapi sing paling penting, sopo sing dicoblos, keputusan dan ketetapan di masyarakat adalah yang utama. Kita adalah satu keluarga besar warga negara Indonesia. Sing penting wayahe nyoblos, nyoblos, bar nyoblos guyub meneh, kompak meneh, bareng-bareng bangun kota Semarang,” kata Mas Hendi yang menutup sambutannya. (rif)

Tinggalkan Balasan