PEMBUKAAN : Wali kota Malang Drs H Sutiaji (tengah berkopyah) diapit Rektor Unisma dan Dirjen Pendidikan Madrasah Kemenag. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co – Wali kota Malang Drs H Sutiaji mengakui bahwa dirinya merupakan produk lulusan madrasah. Berkat pendidikan komplit antara Sains dan Islam di madrasah, menjadikan alumninya banyak yang menjadi kader bangsa yang paripurna. Terbukti, ia dapat menyabet penghargaan Pimpinan Inovatif  se Indonesia,  juga menghantarkan Malang menjadi salah satu Kota Kreatif di seluruh Nusantara.

Hal tersebut disampaikan Wali kota Malang, saat memberikan sambutan pada pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) se Jawa Timur, Rabu (14/08/2019). Bertempat di gedung bundar Universitas Islam Malang (Unisma). Menurutnya, dengan lomba ilmu pengetahuan ini akan membuka wawasan siswa siswi madrasah yang terbiasa bergelut dengan ilmu agama beriring dengan perkembangan ilmu sains.

“Saya sendiri lulusan madrasah. Alhamdulillah berkat pendidikan komplit yang meliputi ilmu pengetahuan dan pemahaman agama, menciptakan kader-kader bangsa yang paripurna,” ungkap Wali kota Sutiaji.

Wujud dari keberhasilan memimpin Kota Malang ia tunjukan dengan meraih berbagai penghargaan nasional. Baru-baru ini Sutiaji terpilih sebagai Pimpinan Inovatif  se Indonesia,  juga menghantarkan Malang menjadi salah satu Kota Kreatif di seluruh Nusantara.

Konsep pendidikan di Kota Malang yang mengedepankan pendidikan karakter Sutiaji adopsi dari madrasah. Malang sendiri menjadi rule model pendidikan, menjadi rujukan kota tujuan studi. Pemkot Malang menerapkan pendidikan karakter non calistung yang memprioritaskan akhlaqul karaimah yang ditonjolkan untuk siswa SD kelas 1 sampai kelas 3.

“Rosulullah merupakan orang yang paling mulia akhlaqnya, dapat memimpin dunia. Saya optimis, dengan madrasah yang unggul dalam bidang akhlak lulusannya dapat memimpin dunia,” tukas Sutiaji.

Kompetisi Sains Madrasah propinsi Jatim kali ini bertema ‘Integritas Sains dan Islam Menuju Madrasah Hebat Bermartabat. Diikuti tak kurang dari 1.254 peserta dari siswa-siswi madrasah perwakilan dari seluruh Jawa Timur. Event ini juga sebagai seleksi dan persiapan KSM tingkat nasional yang rencananya akan diselenggarakan 16 September di Manado.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Kota Malang, Rektor Unisma, dan Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI Prof Komarudin Amin MAg.

Komarudin mengatakan, Indonesia punya harapan besar terhadap madrasah. Terdapat 10 juta anak-anak yang menimba ilmu di madrasah. Satu juta lebih muda-mudi yang kuliah di perguruantinggi Islam, 7 juta anak-anak yang belajar di pondok pesantren. Lembaga pendidikan tidak kurang dari 35 Juta di seluruh Indonesia. Sebuah angka yang fantastis. Lebih besar jumlah tersebut di Asia Tenggara.

“Maka banyak harapan kepada lembaga pendidikan Islam khususnya madrasah dapat berkontribusi secara fundamental dan signifikan dalam meningkatkan daya saing bangsa.” Tuturnya. dah

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry