SOLUSI : Mencari ilmu di perguruan tinggi menyukseskan program Indeks Pembangunan Manusia (istimewa/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Meski terlihat garang apalagi berkumis tebal, namun di dalam hati Sumiarso tidak bisa meninggalkan jiwa sebagai tenaga pendidik. Meski telah menduduki jabatan sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kediri, namun saat waktu libur dipergunakan sepenuhnya mengajar di salah satu lembaga bimbingan belajar. Ditemui di ruang kerjanya kemarin, dia pun berbagi tips kenapa siswa harus melanjutkan pendidikan lebih tinggi di bangku kuliah.

“Negara ini akan maju bila Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index sangat tinggi. Masyarakat akan mampu merasakan dan terlibat langsung dalam pembangunan, meraih pendapatan yang cukup, mendapatkan kesehatan yang layak dan pemenuhan kebutuhan pendidikan diantaranya,” jelasnya. Terkait sempat terjadinya kemelut di lingkungan SMA Negeri 2 Kota Kediri, menurut Sumiarso merupakan bukti wali murid juga berharap anaknya mendapat pendidikan lebih tinggi.

Makanya kehadiran guru Bimbingan Konseling (BK) didukung wali kelas yang pro aktif di masing – masing sekolah, merupakan wadah bagi siswa untuk mendukung kariernya. Memang ada sejumlah tokoh hebat yang putus sekolah atau tidak merasakan bangku kuliah, kemudian mampu terkenal dan memiliki kekayaan yang melimpah.

“Tidak semua orang sukses adalah orang yang putus sekolah dan tidak semua orang putus sekolah berhasil membangun perusahaan besar atau memiliki karier yang baik,” jelas Sumiarso. Berdasarkan riset menyatakan bahwa rata – rata, lulusan perguruan tinggi dengan gelar sarjana mendapatkan pendapatan hingga 56% lebih banyak per – tahun. Dibandingkan dengan lulusan sekolah menengah atau setara dan 31% lebih dari mereka yang memiliki gelar diploma.

Lalu kenapa harus kuliah? Yang pertama melatih pola pikir, analisa dan disiplin diri sebagai seorang intelektual. Karena saat masuk perguruan tinggi akan diuji sebagai seorang individu yang sedang beranjak dewasa. Dalam keterampilan untuk berpikir, menganalisa dan menyelesaikan suatu masalah terus terasah. Kemudian belajar spesifik, akan mendapatkan pengetahuan dan kemampuan yang spesifik dari bidang yang disukai. Kemudian ketiga, merupakan alasan penting karena akan bertambah teman, kerabat dan koneksi.

Memilih jurusan yang tepat dan sesuai dengan minat bakat siswa, saat ini dilakukan Soni Tatag, Kepala SMA Negeri 2 Kota Kediri mewakil para kepala sekolah lainnya. “Saat ini proses pendampingan guru BK dan wali kelas telah berjalan, untuk mengetahui hal – hal yang disukai siswa, yang telah dikuasai dan memiliki kelebihan. Agar siswa lebih mantab dalam pilihan dan perguruan tinggi yang dipilih mampu mendukung kariernya,” jelasnya.

Sejumlah wali murid mengaku bersyukur atas program pendampingan yang diterapkan pihak sekolah, pun Roy Kurnia Irawan, sosok aktifis yang awalnya menerima aduan masyarakat. Namun setelah permasalahan ini berhasil diselesaikan dengan duduk bersama, dia pun merasa lega karena ini demi seluruh masa depan siswa serta menjaga nama baik Kota Kediri.

“Alhamdullilah permasalahan ini telah selesai dan kini seluruh sekolah fokus melakukan program konseling. Semoga berjalan dengan baik dan seluruh siswa mampu diterima di perguruan tinggi sesuai dengan minat bakat siswa. Saya sendiri selaku orang tua hanya bisa mendukung namun juga tidak mampu membatasi keinginan anak dalam memilih pendidikan tinggi yang diinginkan,” ucapnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry