Wali kota Madiun, Maidi (duta.co/aribowo)

MADIUN | duta.co -Sinyal perombakan sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintahan Kota Madiun semakin menguat. Beberapa pekan terakhir ini, Wali kota Madiun selalu mengisyaratkan jika pergantian eselon akan disesuaikan kompetensi.

“Kompetensi menjadi pertimbangan utama mutasi pejabat eselon II di lingkup Pemkot Madiun. Pergeseran itu harus dijauhkan dari kesan  suka dan tidak suka,” kata Wali kota Madiun, Maidi, kemarin.

Menurut Maidi, uji kompetensi penting dilakukan untuk menentukan posisi pengisian jabatan.”Otomatis seperti itu, dengan adanya uji kompetensi, pejabat itu bisa benar-benar professional,” jelasnya.

Orang nomor satu ini pun menegaskan, tidak akan menolerir setiap pejabat, jika dalam waktu satu tahun ke depan kinerja pejabat kurang bagus,”otomatis akan digeser, Kemudian posisinya digantikan dengan eselon III naik ke eselon II,” kata Maidi.

Maidi menyatakan, uji kompetensi juga menyasar pejabat eselon III. Setelah itu mereka didorong untuk mengikuti assessment jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang kosong. “Orang ini sesuai dimana, kalau itu sesuai disitu apa masalahnya,” kata Maidi.

Dengan mengikuti assessment paling tidak akan memberikan gambaran kepada walikota guna menempatkan pejabat pada posisinya,”Jadi bukan karangan saya, suka atau tidak suka. Ini ada ahlinya. Karena ada ahli seperti itu,”ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, Rusdiyanto menambahkan, uji kompetensi mutlak dilakukan secara periodik terutama bagi pejabat eselon II. Pelaksanaannya pun berkaitan dengan mutasi pejabat Desember mendatang. Menurut sekda, pengisian jabatan eselon II setingkat kepala dinas, sesuai ketentuan harus dilakukan lelang khusus bagi pejabat eselon III.(bow)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry