SAMBUTAN. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka sambutan pada giat Germasdi Hotel Raden Wijaya, Senin (8/11/2021).DUTA/YUSUF W

MOJOKERTO –Ada yang menarik, bahkan tidak pernah terjadi sebelumnya. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tampak marah saat menghadiri Koordinasi Lintas Sektor Dalam Mendorong Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Tingkat Kota Tahun 2021 yang digelar di Hotel Raden Wijaya, Senin (8/11/2021).

Pasalnya, pada acara yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) ini tidak ada penjabat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bapeda Litbang), dan hanya dihadiri seorang staf. Padahal OPD lainnya dihadiri penjabatnya.

Wali kota mengatakan, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan bagian darigerakan masyarakat sehat (Germas). Dikota Mojokerto ini  untuk mewujudkan pembangunan kesehatan yang sistematis, terarah, terpadu, dan menyeluruh tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan kader motivator yang jumlahnya ribuan namun dibutuhkan komitmen lintas sektor.

“Nah, berdasarkan SK, koordinatornya di sini adalah Bapeda Litbang. Makanya tadi kenapa saya menunggu kehadiran yang terhormat bapak Ajib (Kabid di Bapeda Litbang), itu karena Tusi-nya ada di sana. Jangan sampai koordinator di sini abai, datang pada forum seperti ini terlambat, apalagi yang ditugaskan adalah staf yang dalam hal ini tidak bisa mengambil sebuah keputusan apapun,” tandasnya.

“Mohon ini jadi perhatian OPD-OPD lainnya. Koordinatornya dalam Germas ini adalah Bapeda Litbang. Maka sudah seharusnya penjabat dari Bapeda Litbang ada di sini, berada di depan. Bukan staf yang ditugaskan hadir di sini,” Imbuhnya.

Tidak hanya itu, Ning Ita juga menyindir adanya anak dari ASN yang mengalami stunting. “Dari 500 sekian angka stunting di kota Mojokerto, yang menjadi atensi kita bersama adalah ada beberapa bayi stunting yang putranya ASN. Padahal status sosial ekonomi ASN adalah menengah ke atas. Seharusnya tidak kekurangan,” ungkapnya.

Kepada OPD lainnya, wanita muda yang akrab disapa Ning Ita ini memohon agar jadi perhatian bagi OPD lain dalam kegiatan-kegiatan lainnya.

“Mana yang termasuk Tusi (tugas dan fungsi) utamanya dan mana yang bukan. Kalau memang Tusi-nya, tentang penjabatnya ini harus punya komitmen untuk hadir di forum seperti ini karena Tusi-nya sebagai koordinator BapedaLitbang,” tegasnya.

Dikonfirmasi masalah ini, PltKepala Dinkes P2KB Hariyanto menuturkan, sebelum acara dimulai, wali kota menanyakan Kepala Bapeda Litbang Agung Moeljono yang tak tampak hadir. Setelah dilihat daftar hadir, ternyata yang mewakili Bapeda Litbang adalah seorang staf.

“Kemudian bu Wali menelepon langsung pak Agung. Diperoleh jawaban jika pak Agung sedang berada di acara dewan dengan agenda Penetapan KUA PPAS. Pak Agung menugaskan Ajib.Namun dicari-cari, Ajib tidak ada di acara Germas. Wali kota minta Ajib harus hadir,” tuturnya. ywd

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry