TASYAKURAN : Doa bersama dalam rangka melanjutkan pembangunan Jembatan Brawijaya (duta.co/Humas Pemkot)

KEDIRI | duta.co -Meski sempat terjadi sengketa dan kasusnya masih dalam penangganan tim Tipikor Polda Jatim diduga akan muncul tersangka baru. Namun setidaknya janji Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Brawijaya akan dibuktikan.

Diawali doa bersama di bibir Sungai Brantas, Jumat (13/7), terlihat sejumlah tokoh agama, perwakilan masyaraka dan para pejabat terkait di Pemerintah Kota Kediri.

“Kemarin kami sudah melakukan uji beban jembatan dan sudah teken kontrak sejak tanggal 5 kemarin,”ujar Sunyata, plh. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Kota Kediri, dikonfirmasi usai acara.

Acara doa bersama ini merupakan langkah awal dilanjutkannya proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri yang sempat mangkrak.

“Kemarin kami sudah melakukan uji beban jembatan dan sudah teken kontrak sejak tanggal 5,”ujar Sunyata, pelaksana harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa pembangunan jembatan nantinya meliputi plat lantai, pengaspalan jalan, penggantian elastemer beserta asesoris arsitekturnya seperti lampu gapura.

“Semua sudah diinvetarisasi, mana-mana yang harus dikerjakan untuk kelanjutan pembangunan ini. Kemungkinan nanti area tepat di bawah jembatan juga akan di lokalisir sementara untuk pengamanan,” terangnya.

Harapan besar warga Kota Kediri sangat besar karena melihat kondisi Jembatan Lama yang kian rapuh termakan usia. Melihat Jembatan Mrican yang hingga kini belum ada tanda – tanda dilakukan perbaikan, tentunya niat baik Mas Abu bersama pemerintah kota ini, tidak lain demi memudahkan akses transportasi di Kota Kediri. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.