WISATA RELIGI. Ning Ita dalam arahannya mendorong pemakaman Pekuncen menjadi objek wisata religi. (DUTA.CO/YUSUF W)

MOJOKERTO | duta.co – Komplek pemakaman lingkungan Pekuncen, kelurahan Surodinawan, kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto terdapat makam para ulama, tokoh nasional, dan pahlawan nasional. Dan Pemerintah Kota Mojokerto sendiri telah menetapkan Pemakaman Pekuncen sebagai salah satu cagar budaya.

Sejumlah tokoh yang dimakamkan di pemakaman Pekuncen, antara lain Bupati Mojokerto ke-2 Adipati Tjondro Negoro, Tumenggung Panji Tjondronegoro, Tumenggung Adipati Aryo Rekso Amiprojo, serta Bupati Mojokerto periode 1945–1947 Prof. Dr. Soekandar. Selain itu, juga terdapat makam pahlawan nasional pendiri koperasi Raden Panji Suroso,

Berkaitan dengan itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong agar kompleks pemakaman Pekuncen menjadi salah satu objek wisata di Kota Mojokerto. Dorongan tersebut linier dengan Kota Mojokerto menuju kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

“Di Surodinawan ini ada makam Mbah Tirto, juga ada makam para tokoh dan pahlawan nasional mulai dari Bupati Gresik pertama, juga ada makam Raden Panji Suroso sebagai Bapak Koperasi Indonesia ini juga bisa dikelola menjadi wisata religi,” ujar Wali Kota Mojokerto saat membuka Musrenbang Kelurahan Surodinawan, kecamatan Prajuritkulon, Selasa (24/1/2022).

Dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tersebut juga hadir, antara lain Kepala Bapedalitbang Agung Moeljono, Kepala DPUPRPRKP Mashudi, Camat Prajuritkulon M Hekamarta Fanani S.TTP MSi, Plt. Kabag Prokopimda Fibriyanti, dan Lurah Surodinawan Riaji SH.

Di hadapan peserta Musrenbang, wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan, dalam rangka menjadikan Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata, baik pembangunan Sumber Daya Manusia (SDA) maupun pembangunan infrastruktur mengarah pada Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

“Membangun aksesibilitas bagaimana seluruh wilayah terhubung, penataan area publik diarahkan pada yang lebih indah dalam mendukung pariwisata, juga pembangunan SDA diarahkan kepada SDA yang membentuk ekosistem pariwisata,” jelasnya.

Dalam membangu SDA yang membentuk ekosistem pariwisata, ada inkubasi wirausaha yang menghasilkan sekitar 30 ribu lebih UMKM. Kemudian ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di masing-masing kelurahan.

“Ini sudah tiga tahun kita intervensi dengan program dan anggaran untuk penguatan Pokdarwis agar masyarakat di masing-masing kelurahan memiliki pemahaman bagaimana ke depan menjadi sebuah kelurahan yang menjadi tempat berkunjungnya wisatawan, termasuk Surodinawan yang Pokdarwinya diintervensi bagaimana mengelola pemakaman Pekuncen menjadi objek wisata religi,” tandasnya. (ywd)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry