SILAHTURAHIM : Kapusbintal Laksamana Pertama Budi Siswanto foto bersama pengasuh Ponpes Al Falah dan Forpimda Kediri (Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co – Ketidakhadiran Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beserta rombongan, akhirnya diwakilkan. Tak urung, dalam agenda resmi ke Ponpes Al-Falah Desa Ploso Kecamatan Mojo, pada Senin pagi, menjadi buah bibir bagi warga Kediri.

Apalagi, dua pejabat tinggi ini memilih menghadiri acara di Ponpes Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo.

Padahal, menyambut kehadiran Panglima TNI dan Kapolri, sejumlah persiapan telah dilakukan pihak pondok pesantren memiliki sedikitnya 7 ribu santri ini.

Namun menjelang Minggu tengah malam, tiba-tiba didapat kabar bila acara ditunda. Sontak saja, dikabarkan pihak panitia penyambutan terdiri pengurus pondok, jajaran Polres Kediri Kota dan Kodim 0809 seolah tidak percaya atas kabar tersebut.

Dijelaskan Laksamana Pertama (Laksma) Budi Siswanto, Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) Mabes TNI, bahwa Panglima bersama Kapolri ada agenda mendadak yang tidak bisa diwakilkan.

“Bapak Panglima dan Bapak Kapolri menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan beliau berjani akan diagendakan ulang secara khusus,” dalam kata sambutan mewakili Panglima TNI di hadapan pengasuh ponpes, undangan dan ribuan santri.

Saat dikonfirmasi lebih detail atas batalnya kunjungan, Kapusbintal lebih cepat meninggalkan lokasi acara dan menolak untuk diwawancarai. “Saya harus buru-buru, mas,” ucapnya sambil jarinya menunjuk ke arah jam tangan yang dikenakan.

Apakah ketidakhadirannya karena percaya mitos ‘Kali Brantas’ Kediri atau karena kunjungan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno sudah sowan duluan ke KH Nurul Huda Djazuli, KH Fuad Mun’im Djazuli dan KH Zainuddin Djazuli, notabene pengasuh dan sesepuh Ponpes Al Falah? Waalahu’alam. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.