SIDAK : Arief Junaidi saat sidak di Kantor Desa Parang (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Oknum Kepala Desa Parang Kecamatan Banyakan, Daryono, diduga kuat turut dalam politik praktis menggerakkan warga untuk mengarahkan hak suaranya kepada salah satu pasangan calon. Hal ini disampaikan Arief Junaidi di kantor desa, usai melakukan sidak ke lapangan dalam masa reses pertamanya, Selasa (06/03/2019)

Era keterbukaan informasi publik, pengaduan dari sejumlah masyarakat pun diterima Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi Gerindra. Disertai sejumlah data dan rekam jejak digital, Arief Junaidi pun tidak tinggal diam. Selain mendatangi kantor desa, sosok dikenal peduli dan vokal ini, juga menemui sejumlah petani terkait hama kini dialami.

“Keberadaan perangkat desa atau Aparatur Sipil Negara (ASN), berdasarkan Pasal 2 huruf F Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun,” terang Arief Junaidi.

Bukan hanya terkait mengarahkan dukungan, merupakan indikasi politik praktis, pelayanan warga atas pelayanan KTP dan program bantuan untuk warga Desa Parang, dianggap tebang pilih. “Buktikan jika tidak terlibat, kami siap duduk satu meja, bila tidak ingin temuan ini kami sampaikan ke inspektorat dan kami hadirkan di dewan,” tegasnya.

Sejumlah perangkat desa saat ditemui di kantor desa pun tak bisa banyak bicara dan menyatakan tidak berani memberikan jawaban saat menyambut kehadiran Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kediri.

“Kami catat dan akan disampaikan ke pak kades, saya tidak berani memberikan penjelasan. Karena terkait keputusan atau apapun itu kewenangan kepala desa,” jelas Subroto, Sekretaris Desa Parang memberikan keterangan.

Sebelum meninggalkan halaman kantor desa, Arief Junaidi pun kembali menegaskan agar kepala desa bekerja sesuai komitmen dan aturan perundangan. “Tolong disampaikan ya, Pak Arief tadi kesini,” ujarnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry